Berita
Panggilan yang Tak Sampai

  19 Mei 2018    134

Tenggorokan saya terasa tercekat meminum secangkir teh manis, pembatal puasa Ramadan sore ini. Telepon masuk dari Ustad Zulkarnain di Dusun OeUe, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat tepat azan Magrib. Saya tau di sana sudah menjelang Isya dan Tarawih.

"Mohon maaf Pak, harapan kita untuk tarawih di mesjid Baru alhamdulillah belum terwujud. Kami masih menggunakan ruang kelas di Sekolah", terang Ustad Zul yang menohok perasaan.

Tiga bulan lalu, saya dan Ustad Zul memutuskan untuk merobohkan bangunan mesjid yang sudah nyaris ambruk. Di musim hujan, ruangan mesjid tua yang sudah lebih 30 tahun itu dipenuhi air, sebab atapnya sudah terbuka. Dinding mesjid juga sudah mau tumbang.

Pada saat bangunan sudah membahayakan jamaah, kami putuskan bongkar dan bangun sendiri.

Nilai bangunan masjid ini sekitar Rp800 juta. Sudah mulai dibangun dengan relawan Tukang dari Jawa yang dikoordinir Mujito, relawan PPPA Daarul Qur'an. Mereka datang dari Jawa Timur memenuhi panggilan kemanusiaan agar warga OeUe bisa punya mesjid baru saat tarawih di bulan Ramadan.

Saya juga memahami kesedihan Mujito dan kawan-kawan relawan tukang, karena belum bisa mewujudkan impian itu. Tapi matrial bangunan perlu dibayar. Tenaga saja tidak cukup. Tak perlu berkecil hati, ini bulan segala doa dikabulkan. Kita ikhtiar langit bersama-sama.

Kawan, sahabat dan sejawat yang terpanggil untuk OeUe dapat bersama PPPA Daarul Qur'an mewujdukannya melalui sedekahonline.com.

 

Sunaryo Adhiatmoko (Pegiat Kemanusiaan)



Berita terakhir lainnya ..