Arsip Berita | Desember 2011
Kemah Santri

  28 Desember 2011    656

 

Peserta kemah santri yang berjumlah 265 anak, langsung melakukan gerakan yang sudah dihafalkan dalam lagu. Ada yang melindungi kepalanya dengan kain, dengan papan, dengan tas dengan apa saja yang bisa melindungi mahkota dirinya. Dorong-dorongan dan berebut untuk masuk kolong meja, menjadi pandangan yang lucu. Terpeleset, terjatuh, dan bertubrukan satu dengan yang lain, juga mewarnai simulasi ini.

Ketika menjauh dari kaca dan mencari lapangan terbuka pun diwarnai dengan saling dorong. Semua tampak menyenangkan. Pengenalan bencana, menjadi salah satu materi kemah santri yang diadakan PPPA Daarul Qur’an. Kemah Santri diikuti 265 peserta dari santri-santri rumah tahfidz di Propinsi Jogjakarta. Simulasi dilakukan, agar santri memahami risiko bencana dan tidak panik ketika menghadapi bencana yang setiap saat muncul terutama di daerah Jogjakarta.

Sesuai dengan potensi bencana yang terjadi di Jogjakarta, maka pengenalan dan simulasi bencana yang diberikan meliputi gempa bumi dan sunami, gunung meletus dan banjir lahar dingin serta bencana kebakaran. Anak-anak diperkenalkan pula, jenis dan alat-alat yang bisa membantu dalam mengurangi risiko bencana yang terjadi. Latihan memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) menjadi pengalaman berharga.

Selain materi kebencanaan, Kemah Santri yang dijalankan selama dua hari, yakni Sabtu dan Ahad tanggal 24 – 25 Desember 2011 di Dusun Bangunjiwo Bantul ini, diisi dengan materi lainnya. Materi tentang kerjasama dan kebersamaan dipraktekkan dengan mendirikan tenda serta game outbond, belajar disiplin melalui materi PBB, Materi Motivasi Pendidikan melalui acara nonton film, pengenalan lingkungan melalui kegiatan susur alam, serta memupuk kepedulian dengan melakukan bakti sosial (bersih-bersih dan pembagian beasiswa untuk Yatim).

Aktifitas keagamaan juga menjadi orientasi kegiatan kemah santri, sholat 5 waktu secara berjamaah, tadarus dan penghafalan Al Qur’an , sholat dhuha dan malam dijalankan santri peserta kemah. Prestasi santri juga dinilai dengan diadakannya lomba seperti hafalan qur’an, tahsinul qur’an, sholawat/ hadroh dan lomba azan. Untuk mendukung acara ini, panitia dan guru pembina yang terlibat sebanyak 50 orang, belum termasuk warga masyarakat yang secara gotong royng menyiapkan tempat dan mensuplai makanan baik untuk peserta maupun panitia. Acara kemah Santri sangat berkesan bagi semua santri yang mengikutinya.

Udin dan Laely serta beberapa santri lain, memiliki kebanggaan telah mampu memadamkan api yang besar dengan sekejap menggunakan Tabung APAR. Maria Ulva, Tri Umiyati dan Rizki serta ratusan santri lain, juga menjadi paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana yang kerap muncul di wilayah mereka. Hilda, Ismiyatun dan Budi Santosa semakin bersemangat untuk terus menghafalkan Al Qur’an tidak hanya berhenti di 4 surat pilihan dan juz 1 serta juz 2 yang telah mereka hafalkan. Zaki, April dan Musa, juga merasa latihan fisik yang diberikan menjadikan badan lebih segar dan bugar walau awalnya terasa capek.

Dan yang pasti ratusan santri yang mengikuti acara tersebut tetap menjadikan sholat sunnah, zikir dan memperbagus bacaan Qur’annya sebagai aktifitas rutin yang telah menjadi “pakaian kehidupan” mereka sehari-hari.(bilal)



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..