Arsip Berita | Mei 2011
Santri Hafidz Tenggelam di Central Library Hongkong

  28 Mei 2011    1,868

Angka itu sama, tapi apa maknanya? Haiya, Habib cuma berkedip-kedip. Melihat adegan dialog bahasa tarzan itu, Lea segera datang menghampiri. ‘’Oh, sorry,’’ katanya setelah ngeh dengan maksud pria tadi. Relawan DD Hongkong yang sudah lebih 6 tahun bermukim di Hongkong..

ini lalu menggamit lengan Habib untuk beralih tempat duduk.

‘’Habib, kursi yang kamu duduki itu ternyata sudah dipesan orang tadi,’’ Lea menjelaskan dengan berbisik. Muhammad Habib Anggawie manggut- manggut. ‘’Ooh.’’ Itu pengalaman Duta Qur’an PPPA Daqu saat mengunjungi Hongkong..

Central Library, Kamis pagi (26/5).

Tenggelam di perpustakaan di kawasan Causeway Road tersebut, Habib bersama Rekha Nur Alisha (Rere), Ustadz Hendy, Tarmizi, Lea, dan Mbak Nadia, sangat menikmati kenyamanan, kemewahan, dan kecanggihan sebuah perpustakaan umum nan gratis.

">Walau bukan hari libur, ternyata Kamis itu pengunjung perpustakaan cukup ramai. Mulai anak-anak TK yang dikawal gurunya, sampai engkoh-engkoh dan encim-encim sekalipun.

Library ini berada di gedung bertingkat 12, dengan fasilitas serba modern seperti komputer lengkap dengan scan..

dan printer, WIFI, laptop di beberapa sudut tiap lantai, ribuan koleksi buku, serta tempat berselancar di dunia maya yang nyaman. Kalau tak suka di meja-kursi standar, pengunjung bisa memilih duduk nyantai di round-net seperti tengah menikmati home-theatre. Setelah raun-raun dari lantai ke lantai, Rere..
dan Mbak Nadia segera parkir di depan PC.

Apalagi kalau bukan buka FB. Online-online, mengabarkan pengalaman dari Hongkong beneran. Sedang Habib, santri Ponpes Daqu Penghafal 12 juz Qur’an, mencoba-coba fasilitas di round-net. Sampai lelaki China tadi menghampiri untuk mengambil tempat yang..

diduduki Habib.

Ternyata, ada juga arena khusus untuk pengunjung anak-anak. Lengkap dengan buku dan meja-kursi mungil berwarna-warni mirip di sebuahsekolah TK.

Kalaupun anak-anak ‘’nyasar’’ ke koleksi buku dewasa, tenang saja. Kualitas bacaan di sini diseleksi ketat. Misalnya, tak..

ada satu pun iklan rokok terpampang di setiap halaman koleksi buku atau majalah. Kalaupun ada, ditutup dengan stiker yang mencantumkan peraturan larangan ngebul di tempat umum. Larangan ini sudah diberlakukan Hongkong sejak beberapa tahun silam.

‘’Subhanallah, enak bener ya. Kapan..

Indonesia punya seperti ini yah?’’ gumam Rere saat beranjak meninggalkan perpustakaan.

‘’Iya ya, kita mestinya punya seperti ini, termasuk juga Indonesia Qur’an Central Library,’’ imbuh Habib. (bowo)

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..