Arsip Berita | Mei 2011
The One Hundred Dollar Boy

  31 Mei 2011    2,189

Lea dan Rere yang mendengar perkataan Habib, tertawa geli. “Bener lho Ma, saya dikasih orang 100 dolar setelah baca Qur’an di Masjid Ammar tadi,” tandas Habib. “Bilang ke Mama, uangnya bagi dua sama Kak Lea,” celetuk relawan DD. Eh, si Habib..
benar-benar ngomong ke ibunya. “Ma, katanya dibagi dua sama Kak Lea.” Ha, ha, ha.

Ya, usai melantunkan Ar Rahman dan Al Waqiah di forum halaqoh yang diikuti ratusan pekerja migran Indonesia di Masjid Ammar Wanchai, tiba-tiba seorang pekerja menciumi..

Habib sambil menyelipkan selembar uang ke tangannya. Jumlahnya 100 dolar Hongkong alias Rp 100 ribu. “Mudah-mudahan Mbak dapat berkahnya dari hafalanmu ya Nak,” kata pekerja itu penuh haru.5px;" />

Tak hanya dia yang meneteskan airmata menyimak suara emas Habib. Hampir semuanya menangis, termasuk ibu-ibu dari Majelis Taklim Mushola Al Falah KJRI Hongkong. Bahkan seorang pekerja migran sampai entrance hingga pingsan. “Dia kebetulan sedang banyak masalah, jadi..

sangat terharu mendengar hafalan Qur’an Habib,” terang seorang kawannya.

Nurbowo yang mendampingi Habib dan Rere kemudian menjelaskan tentang misi Duta Qur’an dan methode One Day One Ayat. Dia mengajak hadirat untuk tidak merasa mustahil menghafal Qur’an. “Kalau kita tidak..

bisa hafal sampai 30 juz, usahakanlah anak-cucu kita yang khatam hafalannya,” kata dia sambil memperkenalkan Pesantren dan Rumah Tahfidz yang dikembangkan PPPA Daqu.

Para peserta halaqoh pun diajak untuk mengikuti Wisuda Akbar Indonesia Menghafal. “Atau kalau bisa, kita buat..

sendiri Wisuda Akbar Hongkong Menghafal di sini. Syaratnya mudah, hafalkan saja satu atau sampai empat surat pilihan yaitu Yasiin, Al Waqiah, Al Mulk, dan Ar Rahman.”

Pekerja migran yang umumnya dari daerah santri Jawa Timur, tampak antusias. “Mas, kami..

mau beli CD rekaman suara Habib,” seru mereka, yang kemudian diarahkan untuk menghubungi DD Hongkong.

Panitia dan peserta sebenarnya ingin menahan Habib dan Rere lebih lama di situ. Namun, adzan ashar berkumandang, dan kedua santri sudah kelelahan setelah berkeliling..

ke masjid-masjid di Hongkong seharian. Saat berpisah itulah, seorang pekerja yang mengerumuni kedua santri, memberi hadiah buat Habib. Si Bocah imut pun jadi “The One Hundred Dollar Boy”. (ah)

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..