Arsip Berita | Mei 2011
TKW Hongkong Nikmati Training Bayar Utang

  30 Mei 2011    2,212

Tapi, Sabtu 28 Mei lalu, seratusan PMI memilih menghabiskan hari di ruang seminar di Masjid Ammar, di kawasan Wanchai. Sejak pukul 9 pagi, kloter demi kloter perempuan muda Indonesia berjilbab rapi memasuki ruang di lantai 6. Mereka diterima dengan hangat oleh..

para relawan Dompet Dhuafa Hongkong yang menjadi panitia Training in Movie ‘’Cara Gampang Bayar Utang’’.

Training menampilkan Ustadz Hendy Irawan Saleh dari PPPA Daarul Qur’an sebagai fasilitator tunggal. Bonusnya adalah lantunan suara emas Muhammad Habib Anggawie (12) yang membawakan..

hafalan Surah Al Mulk (Tabarok).

Dalam pengantarnya, Direktur Eksekutif PPPA Daqu, Tarmizi, mengatakan, biasanya di Indonesia training semacam itu tidak dihadiri Ustadz Hendy.

‘’Dalam beberapa kali training in movie yang kami selenggarakan di Tanah Air, Ustadz Hendy tidak perlu hadir. Cukup putar..

film, peserta training insya Allah sudah paham pesan acara ini. Tapi khususon buat teman-teman di Hongkong ini, Ustadz Hendy alhamdulillah menyempatkan diri hadir,’’ tutur Tarmizi, disambut tepuk tangan peserta.

Dengan bangga seorang peserta bernama Eni mengaku sudah lama mengenal PPPA Daqu dan Ustadz..

Yusuf Mansur. ‘’Saya bahkan mendapat hidayah setelah menyimak buku, VCD, dan majalah yang diterbitkan PPPA,’’ katanya sambil menjelaskan kepanjangan PPPA kepada peserta lain.

Dalam pengantarnya Ustadz Hendy mengatakan, masalah adalah keniscayaan hidup. ‘’Jadi kalau ada yang tidak punya masalah, berarti dia tidak hidup,’’..

katanya.

Lalu diputarkanlah pengakuan sejumlah orang dari jamaah PPPA Daqu tentang lilitan jerat utang yang sedang mereka hadapi. Bahkan diantaranya sampai berniat bunuh diri dengan tidur di rel kereta api.

‘’Nah, kita break untuk sholat dan makan dulu, nanti dilanjutkan..

dengan bagaimana solusinya mengatasi masalah tersebut,’’ kata Ustadz Hendy jelang adzan dhuhur berkumandang.



Usai sholat dan makan serta istirahat, para peserta antusias..

mengikuti lanjutan film testimoni. Dalam film produksi PPPA Daqu itu, tiga tokoh yang sempat terpuruk karena jerat utang yakni Dani Himawan, Awaluddin, dan Netty Haerani, akhirnya mulai bangkit melanjutkan kehidupan.

Kunci solusi bagi masalah mereka adalah riyadhoh dan sedekah. Dani warga Bogor yang..

sempat mau bunuh diri, menyedekahkan nyaris seluruh hartanya. Sampai-sampai TV yang tengah ditonton anak balitanya pun disumbangkan. Demikian juga notaris Netty warga BSD Tangerang, yang mengosongkan rumahnya untuk disedekahkan. Pengorbanan mereka tak sia-sia. Nashrullah (pertolongan Allah) akhirnya datang jua ketika mereka nyaris putus asa.

justify;">Sepanjang pemutaran film, hampir semua peserta menangis. ‘’Persis koyok sing tak lakoni,’’ ujar Mbak Salamah dari Blitar, Jawa Timur, mengaku punya masalah yang sama. Ia pun berniat untuk lebih kencang menjalankan ibadah dan sedekah.

Di akhir acara, peserta menyatakan puas dan ingin..

mengikuti acara semacam ini lagi. ‘’Tidak percuma saya memajukan cuti hari ini sebagai pengganti libur Minggu,’’ ujar Lia dari Jombang. (bowo)

 

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..