Arsip Berita | Juni 2011
Telengaji di Taiwan

  13 Juni 2011    1,509

Taushiyah Ustadz Jameel tersebut disampaikan kepada para TKI (tenaga kerja Indonesia) di Taiwan, 7 Juni lalu. Saat itu Al Hafidz didampingi Duta Qur’an Internasional, Muhammad Fahmi Anggawie.

Fahmi siswa kelas VII SMP Daqi Internasional Tangerang, yang sudah hafal 20 juz.

Keduanya..

didampingi Manager Komunikasi PPPA Daqu, Purnomo, memenuhi undangan FOSMIT (Forum Silatirahim Muslim Indonesia Taiwan) dan KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) Taipei untuk bersafari memasyarakatkan Al Qur’an khususnya kepada TKI di Taiwan.

style="text-align: justify;">Sekitar 200 anggota KOMIT (Komunitas Onair Muslim Indonesia Taiwan) menyimak taushiyah pagi Ustadz Jameel dan lantunan bacaan Qur’an yang dibawakan Fahmi. Namun, jamaah KOMIT, lembaga yang baru berusia setahun, itu tidak berhadapan langsung dengan Al Hafidz. Mereka bertebaran di berbagai daerah di Taiwan, baik..
sebagai profesional, pembantu rumah tangga, atau pekerja pabrik.

Nah, mereka mengikuti pengajian melalui media handphone masing-masing yang sudah terintegrasi dalam setting semacam multilevel networking.

‘’Jaringan ini terdiri level paling atas yaitu narasumber yang melakukan teleconference dengan 5 leader komunitas kecil. Para leader ini..

lalu merelai siaran kepada downline masing-masing dan seterusnya hingga mencapai lebih 200 orang yang mengikuti ceramah pagi The Power of Smile bersama Ustadz Jameel dan Fahmi,’’ papar Purnomo yang pernah bekerja di bidang sarana komunikasi.

Ustadz Ahmad Jameel menuturkan, salah satu akhlak..

mulia Rasulullah adalah murah senyum. Disebutkan dalam Kitab Sahih Bukhari dan Muslim, Sahabat Jabir ra bersaksi bahwa, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali pasti dengan tersenyum kepadaku.”

Selain bernilai ibadah sedekah, senyum juga menyehatkan. Sebuah..

penelitian oleh klinik syaraf di Illinois, Amerika Serikat, membuktikan bahwa tersenyum identik dengan olahraga. Hanya dengan sekali tersenyum ringan, sekitar 800 otot manusia di sekitar wajah berkontraksi atau meregang. Ini merupakan exersice yang efektif bagi kesehatan otot manusia.

Bukan hanya itu. Senyum juga..

menggerakkan hati dan jiwa. Hasil riset Dr Patch Adam, seorang dokter ahli kejiwaan di West Virginia, Amerika, yang melibatkan 1.000 dokter dan perawat, membuktikan bahwa pasien bisa sembuh dengan sendirinya (sugesti) melalui  senyuman. Dijelaskan, saat tersenyum, otak manusia mengeluarkan seretonin yang menambah kekebalan tubuh.

style="text-align: justify;">Meski awalnya kagok karena belum terbiasa, Ustadz Jameel akhirnya lancar saja berdialog dengan peserta. ‘’Ini namanya ngaji jarak jauh alias telengaji,’’ seloroh Ustadz.

Tanya-jawab di pengajian itu kadang dilatari suara-suara dari dapur penanya yang sedang mencuci piring atau memasak. Bahkan sempat terdengar..

dalam Bahasa Kanton, suara teguran majikan kepada salah satu peserta yang rupanya lupa memakai headset saat mengikuti ceramah.

‘’Subhanallah, bagaimanapun keadaan dan suka-dukanya, para TKI kita bersemangat mengikuti pengajian,’’ ucap Purnomo mendoakan agar mereka diberi kekuatan, kemudahan rizki, dan kesabaran. (mpoer/bowo)

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..