Arsip Berita | September 2011
Santri Idaad Ikuti Daqu Camp

  14 September 2011    1,319

Selama mengikuti Daqu camp, para santri digodok untuk membangun kedisiplinan, melejitkan potensi dan prestasi, serta membangun dedikasi dan itegritas dengan harapan nantinya bermental juara. Untuk itu dipatoklah semboyan kegiatan ini: Be The Winner Student!

Pelatihan santri diselenggarakan dengan model simulasi, games,..
dan praktek. ‘’Prakteknya sih dengan hal-hal kecil saja, tapi yang mempunyai filosofi dan dampak besar,’’ terang Ustadz Rochimi.

''Santri itu harus punya celengan '' kata Ustadz Yusuf Mansur dalam tausiyah di hari kedua kepada para peserta Daqu Camp. ‘’Ada santri yang..
bawa celengan isinya penuh, ada yang bawa isinya setengah ada yang kosong bahkan ada yang celengannya ilang,’’ lanjut Ustadz.

Nah, Santri Daarul Qur'an harus bisa mengisi celengan sebanyak mungkin. ‘’Mumpung masih muda, nabung yang banyak buat celengan. Celengan tersebut nantinya bukan..
hanya di nikmati oleh santri sendiri saja, tetapi juga oleh orang tuanya, guru dan semuanya yang sudah terlibat,’’ imbuh Ustadz.

Celengan itu tak lain adalah hafalan Qur’an. Ustadz menjelaskan, di setiap huruf Qur’an yang santri hafalkan tiap hari, Allah memberikan hitungan..
pahala kebaikan. Yang setiap huruf dikalikan 10 kali kebaikan. Coba kalau santri belajar menghafal kemudian untuk mudah mengingatnya santri mengulangnya, maka Allah akan tetap menghitung setiap kebaikan dari setiap hurufnya.

Termasuk juga kalau santri baca salah kemudian baca istigfar maka Allah..
tetap menghitungnya, Subhanallah itu celengan kita. Bandingkan kalau kita ngobrol dengan teman apakah ada hitungan kebaikan disetiap hurufnya. ‘’Maka jangan banyakin ngobrol, ayo terus baca dan hafal Al Qur'an,’’ pesan Ustadz.

Selain ngafalin al qur'an juga santri di Idaad harus siap..
bangun malam, sholat dhuha serta sholat sunah qobliyah ba'diyahnya tidak hanya dua tetapi empat, insyallah kalian akan menjadi orang kaya dan sukses. Ikuti setiap kegiatan di pesantren ini dengan baik.

‘’Ternyata nyantri itu enak ya,’’ ujar Ahmad(15), salah satu santri. Ia..
mengakui, dulu bayangan mondok di pesantren itu jadi ‘'anak buangan''. Ternyata, tidak seperti itu yang dialaminya. ‘’Banyak juga temen saya yang pengin nyantri dengan kemauan sendiri, bukan dipaksa orangtuanya. Saya bangga jadi santri Daarul Qur'an yang santrinya dari berbagai daerah..
ini,’’ tutur Ahmad. (Dar)

 

Klik Gallery Photo I'Daad

 

 

 

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..