Arsip Berita | Maret 2012
Sedekah Rumah untuk Rumah Qur’an

  19 Maret 2012    2,144

“Hampir setiap pekan PPPA Daarul Qur’an Pusat maupun Cabang-cabang, meresmikan Rumah Tahfidz baru. Rumah-rumah Tahfidz ini mandiri, atas swadaya masyarakat,” ungkap Tarmizi Direktur Eksekutif PPPA Daqu.

Tarmizi menambahkan, pendirian Rumah Tahfidz dinawaitukan dengan berbagai keutamaan amalan mendukung pemuliaan Al Qur’an. Misalnya hadits..

Nabi SAW yang menyatakan bahwa ahli Qur’an adalah bagian dari “keluarga” Allah SWT di bumi.

“Sungguh,” kata Rasulullah SAW, “Allah mempunyai ‘keluarga’ di antara manusia.” Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulallah?" Nabi menjawab, "Para Ahli Al Qur'an. Merekalah ‘keluarga’ Allah dan pilihan-pilihan-Nya" (HR..

Ahmad).

Salah satu tokoh penggerak Rumah Tahfidz adalah Hj Susilowati, pengusaha catering, rumah makan, dan toko makanan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ia menyedekahkan Hotel Anggrek di Selat Tengah, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.2px;" />

Hotel senilai Rp 1,2 milyar itu kini dikelola manajemen PPPA Daarul Qur’an. “Lantai bawah Hotel Daqu Anggrek tetap untuk penginapan, hasilnya digunakan untuk membiayai Rumah Tahfidz di lantai atasnya,” terang Ustadz Ahmad Masrul, Koordinator Rumah Tahfidz Wilayah Kalimantan Tengah.

Dia juga..

sejak Juli 2010, menutup usaha Rumah Makan “Hj. Wati” di Jalan Dahlia Plangkaraya no 6, untuk difungsikan sebagai Majelis Taklim dan induk Rumah Tahfidz “Al Wafa”.

Hj Susilowati pun menginspirasi sejumlah ibu lain di Majelis Al Wafa untuk mengikutinya. Misalnya Hj Zaenab, asal Mojokerto,..

Jawa Timur, menyedekahkan salah satu dari empat rukonya di Jalan Tingang, Kota Palangkaraya, untuk Rumah Tahfidz mandiri.

Untuk membiayainya, Hj Zaenab menyisihkan sebagian keuntungan dari Tingang Mart dan toko bahan bangunan miliknya. Meski rumahnya sederhana di Jalan Antang II/5 Plangkaraya, Ny Ana Sucipto menjadikannya..

penuh cahaya dengan menghimpun santri cilik untuk menghafal Qur’an.

Bahkan meski rumahnya rumah panggung sederhana di atas Sungai Kahayan, Kelurahan Pahandut, Ny Maesaroh bersemangat menjadikannya Rumah Tahfidz Al Wafa 5. Rumah Quran Selain Rumah Tahfidz, PPPA Daarul Qur’an juga mengembangkan Program Kampung..

Quran.

Yakni, pembangunan kawasan di daerah terpencil dan minoritas berbasis penghafal Qur’an. Salah satu wujud programnya dengan pembangunan hunian sehat yang Islami, bagi keluarga muslim dhuafa dan ditimpa bencana. Hunian itu diberi nama Rumah Qur’an.

“Rumah Qur’an ini semacam klaster rumah sederhana untuk..

korban bencana atau kaum muslim di daerah minus pedalaman, yang ditata seperti konsep kampung pesantren dengan pusatnya mushola yang juga berfungsi sebagai balai pertemuan,” terang Rano M. Bilal, Manager Program PPPA Daqu.

Saat ini, Rumah Qur’an sedang dikembangkan di lereng Gunung Merapi dan pedalaman..

OeUe, Soe, Nusa Tenggara Timur. “Di Soe, NTT, PPPA Daqu gotong-royong bersama masyarakat membangun Rumah Quran yang terdiri dari dua kamar tidur dan satu ruang keluarga dengan ukuran 6 x 7 meter.

Bangunan ini berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus Rumah Qur’an. Sedang rumah tradisional..

mereka, difungsikan sebagai lumbung dan dapur,” terang Bilal. Ia menambahkan, Rumah Qur’an di NTT sedang dibangun 50 unit serentak.

Tiap unit rumah membutuhkan biaya inisiasi sebesar Rp 10 juta. Direktur PPPA optimis, Program Rumah Qur’an akan mendapat dukungan luas dari masyarakat.

“Insya Allah,..

akan ada hamba-hamba Allah yang menyedekahkan rumahnya untuk dijual dan hasilnya digunakan untuk membangun Rumah Qur’an bagi muslim pedalaman yang merupakan warga minoritas di sana,” katanya berharap.

Atau, imbuh Tarmizi, para donatur bersedekah tunai sejumlah Rp 10 juta dan kelipatannya untuk membangun Rumah Qur’an...

“Insya Allah, para donatur sekeluarga akan beroleh keberkahan dari setiap amalan pemuliaan Al Qur’an di Rumah Qur’an, walaupun mungkin tak sempat mengunjunginya sendiri,” kata Tarmizi.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..