Arsip Berita | April 2012
Sedekah Jumat Luar Biasa

  23 April 2012    2,649

siang sekeluarganya. Namun warga Desa Rawakalong, Gunungsindur, Bogor, itu gembira dimintai bekal Jumatan oleh anaknya. Sebab, alumnus pesantren ini tahu betul betapa luar biasa nilai sedekah di Hari Jumat.

Sangat banyak hadits yang menjelaskan keutamaan Hari Jumat dibanding hari-hari..

lain. Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah ra dalam kitabnya Zaadul Ma’ad, memuat hadits-hadits tersebut yang membeberkan setidaknya 33 keistimewaan Jumat.

Di antaranya bahwa Jumat adalah salah satu Hari Raya umat Islam. Kata Rasulullah SAW, ‘’Sungguh Allah menjadikan Jumat..

sebagai Hari Ied bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang menghadiri shalat Jumat hendaknya mandi, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya, dan bersiwaklah” (HR Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra).

Salah satu amalan dahsyat di Hari Jumat adalah..

sedekah. Disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim: “Sungguh, sedekah pada hari Jumat memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti sedekah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.” Ibnul Qayyim..
memberi kesaksian bahwa gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, selalu bersedekah lebih pada Hari Jumat.

Jika berangkat shalat Jumat beliau membawa apa saja yang berharga di rumahnya, baik roti atau maupun lainnya, untuk disedekahkan di sepanjang perjalanan menuju ke masjid..

dengan sembunyi-sembunyi. Keberhasilan Ustadzah Dedeh mendidik anaknya jadi ahli sedekah, tak lepas dari teladan yang ia berikan. Walau ‘’cuma’’ guru TPQ Al Azmy Pondokmiri, Dedeh tiap bulan berupaya bersedekah melalui PPPA Daarul Qur’an.

Dan, ia sudah mengecap kedahsyatan..

dampak sedekah dalam kehidupannya. Menurut hasil penelitian para psikolog perkembangan anak seperti Jean Piaget, Erik Erikson, Jerome Bruner, dan lain-lain, anak-anak mengalami internalisasi nilai-nilai dengan pertama-tama pengaruh eksternal. Karena itu, kata mereka, hal terpenting dalam mendampingi anak adalah memberikan teladan..
yang baik baginya. Anak yang dilahirkan dalam keluarga dhuafa seperti Hafidz, memang lebih mudah berempati pada penderitaan orang lain.

Sama halnya orangtua yang melarat, tidak ingin anak-anaknya mengikuti jejak kemelaratannya. ‘’Jika kita sendiri mengalami masa-masa sulit, kita..

ingin memastikan anak-anak kita tidak mengalaminya pula,’’ tutur John dan Linda Friel dalam The 7 Worst Things Good Parents Do. Tapi, pengalaman pribadi hanyalah satu faktor penumbuh empati anak.

Bocah-bocah dari keluarga dengan strata sosial-ekonomi lebih tinggi pun, memiliki..

kesempatan untuk menjadi anak yang peduli sesama. Asalkan, orangtuanya memberi teladan. Yuk, mari jadikan Hari Jumat kita luar biasa dengan sedekah. (bowo)

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..