Arsip Berita | November 2013
Serasa di Tanah Jawa

  15 November 2013    2,829

"Saya kira berada di pulau jawa" kalimat ini yang pertama kali keluar dari mulut Yeskial Nanabu (32) kala tibanya ia di Kampung Qur’an OeUe Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pria yang merupakan pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Soe,..
ini tak bisa menyembunyikan raut kebingungan kala melihat anak-anak putra berpeci dan memakai sarung serta anak-anak wanita berjilbab bermain di halaman masjid An-Nur. Berbeda dengan kebanyakan anak-anak di NTT.

"Jadi ini yang saya pernah dengar. Soal adanya kampung di NTT yang mayoritas penduduknya beragama Islam" tambah..
Yeskial.

Kedatangan Yeskial ke OeUe dalam rangka mengantar bibit Cendana yang dipesan oleh PPPA Daarul Qur’an. Sebanyak 1000 bibit pohon Cendana tersebut akan ditanam di tanah wakaf seluas 1 Hektar.

Menuju Kampung Qur’an OeUe tidak semudah yang dibayangkan. butuh waktu kurang lebih 6 jam melalui enam jam..
darat dengan catatan jika cuaca kering dan tak hujan. Jika hujan waktu menempuh bisa bertambah lagi ini karena jalan menuju desa OeUe dari jalan raya Kupang - Atambua belum dikeraskan, masih berupa batu dan pasir.

Listrik belum masuk di kampung ini. Memang ada program listrik mengandalkan..
tenaga surya, namun itu belum semua warga menikmatinya karena mahalnya membeli peralatan. Maka jika malam akan gelap gulita. Hanya terlihat jelas cahaya bintang dan bulan serta suara-suara binatang malam. Kampung ini masih menyatu dengan alam, maka jangan heran jika terkadang banyak binatang-binatang liar seperti ular..
kobra yang berada di sekitar rumah warga.

Memang tidak salah jika Yeskial bingung. Kampung OeUe sejak dua tahun terakhir memang berbeda dengan kampung-kampung disekitarnya. Jika banyak masyarakat pedalaman NTT yang masih bertahan dengan rumah Ume Kubu, rumah bulat yang beratap ilalang, tanpa jendela, maka bangunan rumah..
di Kampung OeUe sudah permanen.

Rumah-rumah yang dibangun di OeUe merupakan donasi dari para donatur Daarul Qur’an yang disalurkan lewat program Rumah Qur’an. Sebanyak 86 kepala keluarga mendapatkan rumah tersebut. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan bergotong royong. Kaum pria dan wanita bersama-sama mewujudkan pembangunan rumah Qur’an tersebut.

Selain..
program bangun rumah untuk 86 kepala keluarga juga dibuat sejumlah program pendampingan lainnya seperti rumah tahfidz dan yang lainnya. Tujuan dibentuknya kampung ini selain untuk memperkuat dakwah islam untuk menguatkan keimanan masyarakat OeUe.

"Kami sangat senang kampung kami terpilih dalam program rumah Qur’an ini. Semoga apa..
yang menjadi impian Daarul Qur’an untuk menjadikan kampung ini sebagai kampung yang sesuai dengan semangat kehidupan islam bisa kami laksanakan" ujar Syarifudin Nobisa, Dai lokal kampung OeUe.

Pria yang menamatkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Cirebon ini mengatakan sejak pembangunan rumah Qur’an tercipta kehidupan..
di kampungnya berubah. Masyarakat kini bisa hidup lebih bersih ketimbang sebelumnya. Mereka juga rajin bergotong-royong.

"Alhamdulillah kini masyarakat lebih bisa mengerti tentang pentingnya berjamaah" tambahnya.

Program rumah tahfidz di Kampung OeUe juga berjalan menggembirakan. Rumah tahfidz yang baru terbentuk kurang dari lima bulan ini telah mewisuda 11..
santrinya yang berhasil menghafal Al-Qur’an juz 30.

"Saya melihat sesuatu yang beda di kampung ini yakni masyarakat dengan tingkat religius yang tinggi dan adanya gotong royong yang mencerminkan semangat kebersamaan untuk maju. Sesuatu yang mulai langka di tanah Timor" ujar Yeskial sebelum ia meninggalkan kampung OeUe.

Alhamdulillah,..
atas ijin Allah swt apa yang dirasakan oleh masyarakat Kampung OeUe bisa terwujud berkat doa dan peran kita semua. Semoga apa yang telah diberikan mendapatkan balasan dan keberkahan dari Allah swt.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..