Arsip Berita | November 2014
Daarul Qur’an Peduli Guru Ngaji

  26 November 2014    1,927

Ada kebanggaan besar di hati Sunarsih (55) kala melihat anak-anak datang berdatangan tiap selesai Ashar untuk mengaji kepadanya. Senyum nya pun menjadi lebih lebar tatkala melihat mulut-mulut kecil itu mulai mengikuti ayat-ayat Al-Qur’an yang ia lantunkan.

Meski Sunarsih mengaku tidak terlalu..
‘ahli’ dalam ilmu Al-Qur’an ia memaksakan diri untuk mengajar anak-anak di daerah Sleman ini belajar mengaji. Ia khawatir anak-anak muslim di lingkungannya buta huruf Al-Qur’an.

“Kami muslim disini minoritas. Guru mengaji juga terbatas Maka saya mencoba inisiatif untuk mengajar anak-anak mengaji..
dengan keterbatasan ilmu yang saya punya” ujarnya.

Ia tidak memungut bayaran untuk aktivitasnya ini. Sebaliknya ia harus menyediakan sendiri kebutuhan belajar para santrinya. Cita-citanya sederhana, anak-anak bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an untuk keselamatan masa depan mereka.

“Semoga nanti mereka juga bisa mengajarkan..
baca tulis Al-Qur’an kepada anak turunan mereka” ujarnya.

Yang dilakukan oleh Sunarsih serupa dengan aktivitas sehari-hari ustadz Abdul Kosim. Sehari-harinya pria berusia 40 tahun ini mengajar ngaji anak-anak di Kampung Guha Kidul Desa Rajeg, Tangerang.

Sunarsih dan Abdul Kosim merupakan potret guru..
ngaji yang dengan penuh keihklasan membimbing anak-anak di daerah kurang mampu untuk tetap bisa baca dan tulis Al-Qur’an. Masih banyak ribuan guru mengaji seperti mereka di daerah pedalaman Indonesia.

Ditengah minimnya perhatian akan para guru ngaji tersebut, Daarul Qur’an lewat program..
Simpatik Guru berusaha untuk memberian bantuan biata bagi para assatidz/Assatidah yang mengabdikan ilmunya di madrasah, TPA/TPQ, dan masjid.

“Bidang pendidikan, terutama dalam pengajaran Al-Qur’an, menjadi fokus utama dari Daarul Qur’an. Maka itu selain memberikan bantuan bagi para santri kami juga membantu..
elemen pendidikan seperti guru ngaji itu sendiri” ujar Direktur Eksekutif Daarul Qur’an Tarmizi Asshidiq.

Tahun ini dana sebesar Rp 2,387 Miliar disalurkan bagi 305 guru tahfidz di 11 Kota di Indonesia. Selain itu Daarul Qur’an bekerjasama dengan PT Takaful Indonesia memberikan..
bantuan asuransi kesehatan ukhuwah bagi 1.300 guru mengaji di daerah pedalaman. Dengan pemberian asuransi ini diharapkan membantu biaya kesehatan bagi para assatidz/assatidzah.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..