Arsip Berita | Juni 2014
Guru Rumah Tahfidz Raih Juara Bidang Tafsir Bahasa Inggris di Ajang MTQ XXV

  16 Juni 2014    3,253

“Gak nyangka dan sempat tak percaya” ujar Putri Asyairah saat sang pembaca acara menyebut namanya sebagai pemenang pertama lomba tafsir bahasa Inggris putri dalam ajang MTQ XXV yang berlangsung di Batam, Kepulauan Riau (Kepri)

Putri berhasil menysihkan 23 peserta lainnya dalam..
ajang tersebut. Wakil dari Sumatera Barat ini mengaku baru pertama kali mencoba cabang tafsir bahasa Inggris di MTQ kali ini. Dalam enam pagelaran MTQ sebelumnya ia selalu mengikuti cabang tahfidz 10 dan 20 Juz.

“Alhamdulillah di kali pertama ikut cabang ini..
langsung mendapatkan juara pertama” Ujar perempuan yang sehari-hari mengasuh rumah Tahfidz Ababil di Pekanbaru, Riau ini sambil tertawa saat ditemui jelang kembalinya ia bersama rombongan ke Sumatera Barat, Sabtu (14/6).

Tentang keberhasilannya, Putri berkisah, selain persiapan yang matang ia juga tidak..
lepas dari doa kepada Allah swt. Ia selalu berdoa untuk menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini. Ia yakin Insya Allah doa nya tersebut akan dikabulkan oleh Allah swt.

“Saya punya pengalaman menarik ketika ikut MTQ tahun 2010 saya berdoa bagaimana rasanya..
menjadi juara meski juara ketiga. Alhamdulillah, ketika itu saya berhasil menjadi juara tiga bidang tahfidz 20 juz. Maka, itu untuk kali ini saya terus berdoa untuk menjadi juara 1. Alhamdulillah, dapat juga” ujar lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara..
(USU) ini sambil tersenyum.


Tidak hanya Putri Asyairah yang menjadi peserta dari MTQ dari unsur rumah tahfidz yang berada di bawah binaan PPPA Daarul Qur’an ini. Banyak santri dan pengajar rumah tahfidz yang juga ikut menjadi peserta dalam kegiatan ini.

Seperti..
misalnya dari Kafilah Sumatera Selatan ada nama-nama Fitriyah yang mengikuti cabang 5 Juz Putri, Adelia Nasution (10 Juz Putri), Syahid (5 Juz Putri) dan Syatila (Tafsir Bahasa Inggris)

Lalu ada Syafa’tul Hidayatiningsih dari rumah tahfidz Al-Furqon, Nusa Tenggara Barat yang mengikuti..
cabang Hifzil Qur’an 30 Juz Putri. Dari Makassar ada nama ustadzah Hasniar yang mengikuti cabang Hifzil Qur’an 10 Juz.

Juga ada Musa (kategori hafalan Qur'an 30 Jus putra), Adel ( kategori hafalan Qur'an 10 Jus putri), Fitri (kategori hafalan Qur'an 5..
Juz putri), Fauziah ( kategori hafalan Qur'an 1 Juz Putri) yang mewakili Provinsi Bangka Belitung.

Keikutsertaan para santri dan pengajar rumah tahfidz ini menjadi bukti visi dan misi rumah tahfidz yang sedari awal diniatkan menjadi tempat bagi tumbuhnya generasi penghafal Qur’an..
di Indonesia. Gerakan yang digaungkan oleh Daarul Qur'an kini telah menginspirasi terbentuknya ribuan rumah tahfidz di seluruh Indonesia dan Luar negeri

“Harapan kami semoga kedepannya para santri dan pengajar rumah tahfidz ini bisa menjadi generasi-generasi baru Indonesia yang tidak hanya cerdas..
secara keilmuan umum namun juga cerdas dalam akhlak dan jiwanya” ujar General Manager Program Daarul Qur’an Rano Karno Bilal.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..