Arsip Berita | Agustus 2014
Ojeg yang Bisa Gratis

  05 Agustus 2014    3,551

Di pintu M-1 Bandara Soekarno - hatta, lelaki yang menggendong ransel dan menenteng kardus kumal itu tampak kebingungan. Setelah berkali-kali ditampik, tukang ojeg bandara tak lagi mendekatinya untuk menawarkan jasa angkutan. Tampaknya pria itu menunggu jemputan. Tapi, sudah sekian lama..
masih galau juga. Tak jua berupaya menghubungi via ponsel.

Gerak-gerik lelaki itu menarik perhatian Baharuddin Sila (50) yang tengah mangkal tak jauh dari tempatnya berdiri. Bang Daeng, begitu tukang ojeg ini biasa dipanggil, penasaran dan coba mendekati lelaki tersebut. 

“Ada yang sedang..
dicari, Mas?” tanyanya. 

“E.. e.. ini Pak, saya mau ke terminal bandara tapi sepertinya uang saya hanya tinggal cukup untuk bayar airportax,” jawabnya polos. 

“Ooo… ya, udah hayo naek ojeg saya.” 

“Tapi nanti gimana bayarnya, Pak?”

“Udah gak usah bayar, doain aja agar saya..
mendapat banyak penumpang hari ini,” sahut Bang Daeng sambil menyemplak motor.

Menurut Bang Daeng, kejadian semacam itu bukan sekali dua. ‘’Jangan dikira orang yang mau naik pesawat pasti berduit. Banyak juga yang bokek, namun harus naik pesawat karena cuma dibelikan tiketnya,’’ ungkap..
Bang Daeng, yang sudah narik ojeg sejak 1997.

Pria asal Makassar yang hijrah ke Jakarta tahun 1984 ini mengaku tidak tega melihat penderitaan orang kecil di bandara internasional. Maka, ia sering menolong calon penumpang seperti lelaki tadi.

“Pernah juga ada orang yang..
baru turun dari pesawat, ternyata dia tidak punya ongkos lagi untuk melanjutkan perjalanan ke rumah karena dompetnya dicuri. Akhirnya kami tukang ojeg beramai-ramai patungan untuk memberikan ongkos kepadanya,” ujar Bang Daeng yang pernah nguli di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Mendukung peran strategis..
dan sikap komunitas ojeg Bang Daeng, PPPA Daarul Qur’an lewat Program Layanan Umat Berbasis Komunitas memberikan bantuan berupa pembenahan pangkalan ojeg. Pangkalan yang sebelumnya ada sudah mulai rusak dan banyak bocor atapnya kala hujan kini berganti pangkalan yang lebih nyaman..
dan luas. 

Tidak hanya itu, para penarik ojeg juga mendapat pencerahan spiritual secara rutin. Dengan demikian, kebaikan hati mereka terus tumbuh melayani sesamanya.


Kisah Pompa Air Mushola 

Tak jauh dari pangkalan ojek M1 Bandara Soetta, ada mushola kecil. Awalnya bangunan berukuran 3x3..
meter tersebut adalah sebuah posko partai politik. Namun kini difungsikan sebagai mushola dan ‘’kantor’’ pangkalan ojeg Bang Daeng cs. 

“Selain buat tempat beribadah, mushola tersebut juga dijadikan tempat para penumpang dan tukang ojek beristirahat saat sedang lelah,” terang Baharudin alias Bang..
Daeng. 

Pada medio Ramadhan 1435 H lalu, mesin air yang digunakan untuk berwudhu dan kamar kecil rusak. Sudah dua kali sebetulnya Baharudin membetulkan mesin air tersebut. Namun, kerusakan terjadi lagi. 

“Saat itu kita bingung. Mau membetulkan mesin air, tapinya uang yang ada..
di kotak amal Mushola hanya lima ribu rupiah,” kisahnya. 
Di tengah kebingungannya ia berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam mendapat rejeki untuk membetulkan mesin air tersebut. Itulah fokusnya saat membawa penumpang.

“Alhamdulillah, 3 jam setelah saya berdoa datang seorang kawan..
yang sekarang sudah menjadi Haji. Ia langsung memberikan uang sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Begitu mendapat uang tersebut langsung saya panggil tukang air dan mesin air tersebut bisa kembali digunakan,” tutur Bang Daeng dengan senyum cerah.

“Yah, bisa jadi..
ini balasan dari Allah SWT atas apa yang telah banyak kawan-kawan lakukan disini utamanya dalam mempermudah mereka yang sedang kesulitan,” imbuhnya. 

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..