Arsip Berita | Februari 2015
Membangun Jembatan Kehidupan

  20 Februari 2015    2,425

Masih ingat dengan foto anak-anak berseragam putih merah tengah meniti sebuah jembatan rusak untuk menuju sekolah mereka yang ada di seberang sungai di Lebak Banten? Gambar yang diambil tahun 2012 itu bukan foto material iklan televisi atau cetak. Foto tersebut..
adalah gambaran nyata rusaknya infrastruktur di Indonesia. Publik dalam negeri pun heboh. Bahkan, Daily Mail yang berbasis di Inggris pun menyoroti kisah ini dan menyindir lewat artikel berjudul Children face Indiana Jones-style river crossing every day after floods cut off..
their community.

Kini, tiga tahun berlalu sudah. Namun, kondisi jembatan di banyak daerah Indonesia masih sangat mengkhawatirkan. Padahal jembatan mempunya peran vital untuk percepatan roda ekonomi, mempercepat pemerataan pendidikan dan membangun peradaban.

Akibat banyaknya jembatan yang rusak dan jika pun ada hanya..
alakadarnya. Banyak anak-anak yang terpaksa meliburkan diri ke sekolah saat musim hujan tiba. Juga hasil-hasil pertanian yang tidak terjual dan membusuk karena rusaknya jembatan yang menjadi akses jalan.

Seperti yang terjadi di Desa Ciseurehen, Kabupaten Pandeglang Banten. Jika air sungai meluap..
praktis Sungai tidak bisa dilewati. Banjir mencapai titik terjauhnya hingga 10 meter dari bibir sungai dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih.

“Tiga hari kami terpaksa libur sekolah” ujar Sumiyati salah satu siswi MTS yang setiap hari melewati sungai tersebut.

Jembatan ini..
sangat vital karena menghubungkan desa Ciseurehen dengan Desa Karyabuana dan Desa Sinarjaya. Jembatan sebelumnya yang terbuat dari beton dan batu kali, yang dibangun pada tahun 80-an, sudah tidak tersisa. Hanya meninggalkan pondasi batu kali di kedua tepi sungai. Kini, bilah-bilah..
bambu menjadi jembatan sementara.

Melihat banyaknya Jembatan di daerah pelosok yang rusak dan peran vitalnya sebagai penghubung masyarakat. Daarul Qur’an meluncurkan program membanguan jembatan Ar-rahmah. Program ini dipilih karena akan membuat banyak manfaat bagi warga.

“Jembatan bukan hanya sekedar jalan. Tapi dia..
juga memiliki fungsi yang lebih luas dari itu. Dengan jembatan yang baik maka anak-anak bisa bersekolah yang akan berdampak pada kesempatan mereka mendapat pendidikan yang lebih baik. Jembatan yang baik pula akan membua t terjalinnya silaturahmi antar warga desa” ujar..
Sunarya Adhiatmoko, Direktur Program Daarul Qur’an.

Sunaryo menjelaskan jembatan ini nantinya akan dibangun dengan konstruksi dari besi baja anti karat. Jembatan dibangun dengan memperhitungkan ketinggian air saat banjir sehingga jika air sungai meluap lalu lintas warga tidak terganggu.

“Insya Allah, bersama dukungan..
masyarakat muslim program ini akan berjalan baik dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat” tambahnya.

 

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..