Arsip Berita | April 2015
PPPA Daarul Quran Berangkatkan Umroh Penghafal Quran

  15 April 2015    1,528

Pergi ke tanah suci, baik Haji atau Umroh, bagi seorang muslim menjadi keinginan yang paripurna. Siapapun rela menyisihkan harta untuk bekal berangkat kesana. Tapi tidak selamanya punya uang menjadi wasilah jalan ke Makkah Al-Mukaramah. Banyak mereka-mereka yang dengan kekuatan doa mampu berangkat ke tanah suci.

Priyanggono atau biasa dipanggil Mas Pri, muallaf dan mantan preman yang akhirnya mendirikan panti asuhan Darul Qolbi. Mengasuh anak yatim berangkat dari kesadaran banyaknya dosa yang pernah ia lakukan.

“Saya ingin dekat dengan Rasulullah” ujarnya yang terinspirasi oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya”

Hidup dalam keterbatasan tidak membuat Priyanggono meratapi nasib. Sebaliknya ia rajin berbagi. Untuk menghidupi panti yang dibangunnya Priyanggono menjual barang-barang bekas yang ia peroleh hasil pemberian masyarakat.

“Alhamdulillah, banyak warga yang memberikan barang-barang layak pakai yang lalu jual kembali” ujarnya.

Pergi ke tanah suci sangat diimpikan olehnya. Meski keterbatasan dalam hal materi Priyanggono memiliki keyakikan suatu saat akan berangkat ke tanah suci. Dalam setiap shalat baik yang wajib dan sunnah ia selalu memanjatkan doa.

“Sebagaimana kata Rasulullah, bahwa doa itu adalah senjatanya kaum beriman” ujar Pri.

Maka saat ustad Nasihin, perwakilan PPPA Daarul Quran, datang kerumahnya dan mengabarkan ia terpilih berangkat umroh gratis ia tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Sesaat ia bersujud syukur kepada Allah swt. Mata Priyanggono semakin basah dengan air mata kegembiraan saat Mas Djoedy menambahkan satu tiket umroh untuk istrinya.

“Subhanallah, Allah mendengar doa-doa saya” ujarnya singkat.

Alhamdulillah, setiap tahun PPPA Daarul Quran memberangkatkan para guru ngaji ke tanah suci lewat program umroh bagi guru tahfidz. Tahun ini rencananya aka diberangkatkan 15 guru ngaji. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Papua, Lombok, Lombok, Sumatera dan Jawa. Hafidz Quran menjadi syarat mereka yang terpilih dalam program ini.

“Hingga tahun ini sudah ratusan guru tahfidz di pelosok dan pedalaman yang berangkat ke tanah suci lewat program ini” ujar Ketua Daarul Quran Tarmizi Ashidiq.

Tahun ini program ini dikemas dalam acara reality show bertajuk mendadak umroh yang akan ditayangkan ole televisi satelit Tahfidz TV yang akan tayang pada bulan Ramadhan. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada para pemirsa Tahfidz TV.

“Insya Allah banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari para guru tahfidz ini. Mereka adalah orang-orang yang seluruh waktunya  diberikan untuk berdakwah kepada masyarakat” ujar Tarmizi.

Tarmizi pun menyampaikan program ini terwujud berkat donasi dan bantuan para donatur PPPA Daarul Quran. “Insya Allah kebaikan yang dilakukan para guru ngaji ini pahalanya akan mengalir juga kepada Anda yang telah mempercayakan donasinya kepada kami” tambah Tarmizi.

 



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..