Arsip Berita | Juni 2016
Saat Ramadan pun, Tim KASIH Siap Bergegas Untuk Ummat

  07 Juni 2016    1,226

Pernahkah melihat tumpukan sampah yang menggunung? Tentu hal tersebut sangat mengganggu. Bau dan pemandangan yang tak elok menjadikan kita enggan untuk berlama-lama.

Sampah yang kita anggap sepele, ternyata dapat menjadi ancaman besar. Berbagai bencana alam pun terlahir..

dari sampah-sampah kecil.

Maka, Tim Kasih PPPA Daarul Qur'an berpesan, “jagalah kebersihan dengan memulainya dari diri sendiri. Usaha kecil untuk menjaga lingkungan merupakan aksi terbaik untuk melestarikan alam. Dan, buanglah sampah pada tempat yang telah tersedia.”

Apa dan..

Siapa Tim Kasih? Kasih, kepanjangan dari Kampung Bersih ini adalah program PPPA Daarul Qur'an yang menitik beratkan kepada kebersihan lingkungan. Dengan sepuluh lelaki tangguh yang menjadi armadanya, Kasih menjamah perkampungan, pemukiman padat penduduk, perkantoran, hingga masjid-masjid.

Yusuf, adalah salah..

satu dari anggota Tim ini, lelaki 35 tahun ini mempunyai niat yang sangat mulia. Ia berkata, "besar kecilnya pendapatan tidak difikirkan, akan tetapi, yang saya cari di sini adalah berkahnya."

Selain memenuhi kewajiban sebagai seorang kepala keluarga, lanjut ia,..

bergabungnya menjadi Tim Kasih adalah untuk meningkatkan kualitas ibadah. Karena di sini, ia mendapat bimbingan beribadah seperti, membaca Alqur'an, sholat dan puasa sunnah.

Mengingat, setiap sebelum bekerja, kesepuluh jagoan ini melaksanakan sholat Dhuha, dilanjut tilawah Alqur'an. Kemudian, ditutup dengan..

do'a bersama untuk kelancaran aktivitas sehari-hari.

Alhamdulillah, semua yang ia dapat, tak semerta-merta terputus, melainkan diterapkan pula di rumahnya sendiri, dengan mengajak serta anak istrinya. Karena menurutnya, dunia nomor dua, akhiratlah yang jauh lebih penting.

"Semoga, ummat muslim..

di Indonesia tergerak hatinya untuk perduli dengan lingkungan. Kalau saja kita bersatu untuk memerangi sampah, pasti hasilnya akan lebiih baik," harap pria asal Ketapang, Tangerang Selatan ini.

Lain Yusuf, lain pula Kholid (42), ia berpendapat kepedulian terhadap lingkungan haruslah..

diterapkan sejak dini. Hal tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada si kecil. Sehingga, ketika telah dewasa, ia akan menjadi pelopor gerakan kebersihan.

Bertepatan dengan bulan Ramadan yang memasuki hari kedua, ia mengaku tetap semangat beraktivitas. "Tidak ada perbedaan..

antara ramadan dan bulan biasa, kewajiban tetap menjadi harga mati. Hanya saja, dibarengi dengan ibadah puasa," katanya.

Ia menambahkan, justru dengan kondisi berpuasa seperti ini, menjadikan dirinya lebih sabar dan ikhlas dalam bekerja. Memanfaatkan setiap aktivitas supaya bernilai ibadah.

style="text-align: justify;">Begitu juga dengan semua anggota Tim Kasih, seperti yang diungkapkan oleh Kholid, bulan ramadan adalah saatnya untuk berlomba mencari pahala. Ditambah, bekerjanya mereka adalah untuk kepentingan ummat, InsyaAllah akan semakin berkah.

"Kalau tidak dilandasi dengan hanya mengharap ridho-Nya,..

sepertinya susah. Karena pekerjaan ini terlihat ringan namun syarat akan tantangan. Bahkan, tidak jarang kami harus terjun ke got, mengangkut sampah basah, dan lain sebagainya. Itu semua adalah bumbu dari profesi ini," terangnya.

Kholid, Yusuf, dan semua anggota Tim..

Kasih berharap, masyarakat dapat istiqamah untuk menjaga lingkungannya. Karena, kebersihan merupakan sebagian dari iman, jika hati bersih, maka, InsyaAllah lingkungan pun akan bersih.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..