Arsip Berita | Juni 2016
Tetesan Embun di Bobanehena

  16 Juni 2016    1,655

 

Fajar baru saja menyingsing di sela riuh rendah kokok ayam yang saling sahut menyahut menyambut pagi. Langit di ufuk timur temaram berwarna merah menandakan waktu shubuh hampir tiba.

Udara dingin masih membalut gelapnya pagi dan rasanya ingin sekali kembali menarik..

selimut untuk menikmati mimpi. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah-langkah ceria para santri Rumah Tahfidz Bobanehena, di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Para santri berbondong-bondong pergi dari pintu rumah merka ke Saung Qur’an guna menunaikan ibadah sholat shubuh berjama’ah.

Adzan Shubuh mulai..

mengalun merdu dari pengeras Saung Qur’an di tengah sepi dan dinginnya pagi. Gemericik air wudhu para santri mulai meramaikan suasana.

Walaupun, terkadang nampak menggigil, namun tekad hati untuk mengabdi kepada Rabb mereka telah kuat terpatri. Iqomah dikumandangkan, para santri kemudian membentuk shaf-shaf sholat untuk..

bersujud bersimpuh di hadapan Tuhan semesta, di tengah para manusia yang mungkin masih terbuai dengan mimpi mereka.

Dengan khusyuk para santri menundukkan kepala dan menyungkurkan wajah mereka ke lantai di hadapan Allah. Setelah salam terucapkan, dilanjutkan alunan wirid terdengar dari bibir-bibir anak pantai yang..

kelak akan menjadi para penegak dinullah di bumi Maluku Utara.

Kemudian, wirid ditutup dengan do’a bersama. Memohon atas kesehatan, kemudahan, dan kelancaran santri-santri Bobanehena dalam menghafalkan Alqur’an dan menuntut ilmu.

Setelah sholat Shubuh dan wirid selesai didawamkan, para santri segera sibuk dengan hafalan..

mereka masing-masing. Tekad dan semangat mereka dalam menghafal tidak perlu lagi diragukan.

Bahkan, seringkali akan membuat tercengang bagi siapa saja yang sempat memperhatikan. Satu per satu para santri menyetorkan hafalan mereka kepada ustadz pengasuh Rumah Tahfidz Bobanehena.

Sejak PPPA Daarul Quran hadir,..

sebagian besar santri belum bisa membaca Al Quran. Kegigihan merekalah yang membuat kondisi hari ini amat membahagiakan. Rata – rata santri sudah mulai lancar membaca dan menghafal Al Quran. Mereka anak Indonesia timur nan cerdas dengan suara amat merdu. Pertengahan Ramadhan ini, akan dihelat wisuda..
juz 30.

Iman Yamin, misalnya. Salah seorang santri dari sekitar 100 santri yang kini mengaji di Rumah Tahfidz Bobanehena. Ia sudah selesai menghafalkan juz amma dan beberapa surat pilihan hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. Ia bercita-cita suatu saat nanti bisa menjadi seorang hafidz..

Al Qur’an agar mampu membawa keluarganya masuk ke dalam surga.

“Saya ingin menghafal Al Qur’an agar keluarga dan Desa Bobanehena ini selalu dijaga Allah dari berbagai bahaya dan bencana”, ujar Iman Yamin

Hal ini lah juga yang mendasari Iman Yamin untuk menghafal Al..

Qur’an, sebuah harapan yang bukan hanya untuk dirinya sendiri. Namun, juga untuk kebaikan orang lain dan desanya. Sebuah kesadaran yang luar biasa dari seorang anak pantai yang teramat jauh dari hiruk pikuk kota.

Selain Iman Yamin, santri yang lain pun memiliki semangat yang sama...

Saat anak kota diterpa berbagai hal keduniawian yang nyaris meruntuhkan moral mereka. Justru, anak-anak di pesisir pantai Jailolo ini penuh keikhlasan menjaga lestarinya Al Qur’an di atas bumi.

Semoga hal ini menjadi salah satu tetesan embun keberkahan yang Allah turunkan di Bumi Indonesia, sesegar..

embun pagi yang mengiringi langkah para santri untuk menunaikan Sholat Shubuh di pagi hari.

Rumah Tahfidz Bobanehena adalah salah satu instrumen PPPA Daarul Quran membangun masyarakat Jailolo, Halmahera Barat, pasca gempa akhir November 2015 lalu. Selain Rumah Tahfidz, PPPA Daarul Quran membangun 300 rumah..

warga yang rusak parah, Balai Diklat DaquPrener untuk membangun SDM produktif Halmahera, serta penyulingan minyak pala untuk meningkatkan kemampuan ekonomi warga.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..