Arsip Berita | Juni 2016
Sinergi Bersama Pertamina Gas Bina Guru Tahfidz Untuk Indonesia

  21 Juni 2016    2,934

 

Alhamdulillah, satu lagi Indonesia mendapat kabar gembira di tengah kekecewaan umat muslim terhadap pemerintah. Sebuah Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an yang dipersembahkan untuk para calon guru-guru tahfdz di Indonesia.

Bersama dengan PT Pertamina Gaza, dan pendiri pondok pesantren ustad Burhanudin, mengamanahkan PPPA Daarul Qur'an untuk menjadikanya tempat dibinanya para guru..

tahfidz. 

"Saya langsung menyetujui saat mendengar ustad Yusuf Mansur ingin mendirikan pondok pesantren untuk para guru tahfidz. Tanpa berpikir panjang, saya serahkan pembinaan di pondok pesantren ini kepada ustad Yusuf Mansur," terang pendiri Pondok Pesantren Salafiyah, yang saat ini akan menjadi Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an.

Lokasi pesantren yang berada di sekitar daerah..

Karawang ini, sangat nyaman untuk dijadikan tempat membina. Melihat, lingkungan asri dari hamparan sawah yang hijau, dan bukit-bukit sepanjang mata memandang.

Ia berharap, semakin banyak santri yang dibina di pondok pesantren ini. Sehingga, semakin banyak guru tahfidz yang terlahir dan terserbar di desa-desa.

Presiden Direktur PT Pertamina Gas, Hendra Jaya mengatakan, bersyukur dan..

antusias dapat berkontribusi dalam program ini. Karena, sudah sejak lama ia ingin perusahaan yang dibinanya turut aktif dalam mencetak generasi yang unggul, melalui Badan Dakwah Islam di PT Pertamina Gas.

Mengingat, pondok pesanteen ini tak hanya membina menjadi guru tahfidz saja. Tapi, juga dididik menjadi generasi unggul dengan berbagai keterampilan. Sehingga, tak hanya ilmu..

agama saja yang mumpuni, melainkan ilmu umum dan sosialnya pun mumpuni.

"Alhamdulillah, untuk tahap pertama ini kami menyerahkan support sebesar Rp 100 juta," sebutnya.

Ia berharap, sinergi dalam program ini terus berjalan hingga seterusnya. Meskipun, bukan ia lagi yang memimpin Pertagas ke depannya.

Ketua BDI PT Pertamina Gas, Andri Aldfian menyebutkan, akan..

ada 50 santri yang dibina selama lima tahun. Selama itu pula, pihaknya akan mengevaluasi.

"Karena, kami pun berkeinginan untuk memiliki sumber daya yang unggul dalam agama di ingkungan kami. Oleh karenanya, kami siap mengirimkan binaan-binaan kami, untuk dibina di sini dan menjadi guru-guru tahfidz," jelasnya.

Pembina Yayasan Daarul Qur'an Nusantara, Ustad Yusuf Mansur..

mengatakan, para santri yang akan dibina adalah mereka yang terpilih. Baik, dalam ilmu umum maupun psikologi.

Mengingat, lanjut ia, para santri ini akan ditempa menjadi bibit unggul guru tahfidz. Karena nantinya, mereka akan membina desa-desa menjadi lebih Qur'ani dan melahirkan para generasi penghafal Alqur'an.

"Kita akan produksi para pejabat penghafal Alqur'an, para petinggi..

TNI yang hafal Alqur'an, bahkan kepala negara yang hafidz Qur'an. InsyaAllah, gerakan ini akan terus bergerak dan saya percaya hal ini akan terwujud," tegasnya.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..