Arsip Berita | Juni 2016
Asyik, Ada Odong Odong Tahfidz

  21 Juni 2016    2,020

Pernah berkunjung ke Pasar malam? Menaiki komedi putar, kincir angin, dan sebagainya? Lantas, bagaimana dengan Odong-odong? Ya, kendaraan mirip mobil, yang kerap dijadikan wahana untuk menghibur anak-anak itu.

Tapi, apakah pernah mencoba serunya Odong-odong Tahfidz? Ya, Odong-odong Tahfidz. Jadi, tidak hanya pondok pesantren hingga rumah tahfidz yang..

mempunyai program menghafalkan Alqur'an. Namun, Odong-odong pun dapat menjadi alternatifnya.

Cerita ini berawal dari keluarga Bapak Maulana di Tasikmalaya, Jawa Barat. Beliau dengan istri dan empat orang anaknya tinggal di bekas kandang ayam berukuran 2,5 x 4 m.

Pekerjaan Maulana sehari-hari adalah narik odong-odong, dengan penghasilannya rata-rata 50..

ribu per hari. Yang memprihatinkan lagi, odong-odong tersebut bukan miliknya sendiri.

Dengan uang tersebut, ia masih harus memotongnya untuk sewa odong-odong sebesar 20 ribu per hari. Jadi, pendapatan bersihnya hanya berkisar 30 ribu saja, per hari.

Hal tersebut tercium oleh PPPA Daarul Qur'an cabang bandung. Hingga, Koordinator Program..

PPPA Daarul Qur'an cabang Bandung, ustad Gugum mengambil langkah. 

"Melihat semangat Pak Maulana, akhirnya terwujudlah ide membuatkan Odong-odong Tahfidz untuknya," kata ustad Gugum. 

Ia menambahkan, selain untuk menambah pendapatannya. Odong-odong Tahfidz ini juga sebagai ikhtiyar kami untuk mengajak anak-anak agar belajar, membaca, menghafal, dan mencintai Alqur'an.

Selain..

untuk bermain, sebagaimana Odong-odong yang kerap beroperasi. Odong-odong Tahfidz ini pun dilengkapi dengan iringan audio tilawah Alqur'an hingga lantunan Asmaul Husna.

Maka, tak heran jika balita, berbondong-bondong ingin menunggangi wahana ini. Wajah riang gembira pun terpancar dari mereka tatkala Odong-odong mulai beraksi.

Seperti magnet, kendaraan berwarna merah maroon..

khas Daarul Qur'an ini, langsung menyeret perhatian anak-anak ke atas kursi goyang berbentuk mainan. Ayunan demi ayunan dari gowesan Maulana memberi keceriaan kepada anak-anak.

Berangkat dari sini, Maulana dan keluarga menggantungkan mimpinya. Melawan rasa lapar dan dahaga yang menjadi penemannya di tengah bulan Ramadan ini.

Semoga Odong-odong Tahfidz..

dapat membawa masyarakat Tasikmalaya sebagai masyarakat yang semakin cinta kepada Alqur'an. Dan, usaha serta jeri payah Maulana, Allah ganti dengan balasan terbaik. Aamiin.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..