Arsip Berita | September 2016
Tak Ada Hidup Tanpa Perjuangan

  14 September 2016    1,034

"Bismillahirrahman nirrahim," benak seorang wanita lansia yang tengah merapihkan barang dagangannya. Ia tengah bersiap mengadu nasib di sekitar Pasar Kebayoran Lama.

 

Menjajakan sayuran matang yang telah ia persiapkan sejak dini hari. Mahniar, sapaan akrab wanita 53 tahun ini. Ia seorang Ibu dari 4 orang putra yang meyakini do'a yang disertai dengan kerja keras, tidak akan mengkhianati hasil.

 

Tak ayal, Alfatihah dan Al-Waqiah pun menjadi pengantar setiap harinya. Disamping, jujur dan sabar yang dipegangnya, sebelum berjualan.

 

Ia menceritakan, sudah 20 tahun ditinggal sang suami dan memaksanya untuk membiayai hidup ke empat anaknya. Pabrik sepatu pun menjadi wadah mencari rezeki. Namun, kabar tak terduga datang, pabrik tempatnya mengadu nasib gulung tikar, tepatnya 10 tahun lalu.

 

Segera memutar otak, hal yang harus ia lakukan, untuk keluarga. Dan, berjualan apa adanya menjadi salah satu pilihan usaha yang bisa dilakukannya. Dengan modal pas-pasan, hasil upah terakhirnya di pabrik sepatu.

 

"Yang penting halal. Alhamdulillah, semua putra saya pun telah menikah dan telah memiliki pekerjaan, meskipun tidak besar upahnya," ungkapnya.

 

Ini salah satu upayanya agar membuat dapurnya tetap mengebul. Terjaga setiap pukul 4 pagi, untuk menyiapkan dagangannya. Panas, hujan, bahkan banjir pun tak menghalanginya mencari rezeki yang diridhai Allah Ta'ala.

 

Tak sampai disitu saja, ia pun selalu siap untuk berjalan kaki menuju Pasar Kebayoran Lama dari tempat tinggalnya di Ciputat. Membawa serta dagangnya seperti tahu dan kerupuk.

 

Ia pun tak jarang, harus hutang sana-sini untuk menutupi kekurangan. Meskipun begitu, ia tak pernah berkeinginan menggantungkan hidupnya dengan berhutang. "Jangan lemah, hidup itu harus berjuang," ucapnya.

 

Alhamdulillah, keyakinannya itu mempertemukan ia dengan Senyum Mustahik dari seorang kawan. Mahniar, mendapatkan bantuan untuk mendorong usahanya. Membuat usaha dagangnya lebih bervariasi, dengan hadirnya lauk pauk dan sayur matang.

 

"Saya baru tahu, ternyata lembaga PPPA Daarul Qur'an memberikan bantuan kepada kami yang membutuhkan modal dagang. Alhamdulillah, saya pun mendapatkan support untuk menambah modal jualan saya," jelasnya haru.

 

Selain bantuan, lanjut ia dengan semangat, mendapatkan ilmu agama yang mendorongnya semakin dekat dengan Allah. Membaca Al-Waqiah, ajuran sholat dan puasa sunnah, hingga tak lupa bersedekah. Satu hal lagi yang tak pernah dilupakannya, rezeki itu dari Allah, gimana caranya kita menarik perhatian sang pemberi rezeki. 

 

"Alhamdulillah, meskipun tak banyak kini dari keuntungan dagang lauk pauk. Sekarang , saya tak perlu lagi hutang sana sini dan sudah bisa bayar kontrakan tanpa harus meminta bantuan orang lain, bahkan bersedekah," tutupnya.

 



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..