Arsip Berita | September 2016
Alhamdulillah Ada MCK Baru di Pesantren Al-Huda

  22 September 2016    1,043

Abdul Malik (45), akhirnya bisa bernafas lega, karena sejak Agustus lalu sudah berdiri MCK yang laik untuk pulahan santrinya yang bermukim. Mengingat, selama 16 tahun pesantren berjalan, tak sekali pun adanya perbaikan MCk maupun penggalian sumber air baru.

"Biasanya, kalau mau mandi, mencuci dan yang lainnya, anak-anak harus mengantri lebih lama. Airnya pun sangat terbatas, itu juga kalau listriknya tidak mati-mati," terangnya tersenyum malu, Senin (12/9) lalu, usai pemotongan hewan qurban bersama Qurban Istimewa Daarul Qur’an.

Maklumlah, Pondok Pesantren Al-Huda yang berlokasi di Kp Cibuluh, Rt 01/02, Desa Gobang, Kec Rumpin, Kab Bogor ini sangat sederhana dan apa adanya. Seperti halnya pesantren yang berada di pelosok daerah.

Hanya niat mengajak dan mengajarkan ilmu agama menjadi tiang kokoh langkah mereka. Pengeluaran per bulannya saja, ditanggung oleh pengasuh pondok sendiri, Ustad Abdul Malik.

Patut saja, fasilitas yang tersedia pun ala kadarnya, baik makan, tidur, mck hingga air bersih. Padahal, MCK dan air bersih menjadi salah satu persoalan vital bagi para santri, dan apabila diukut untuk kesehat6an masih jauh dari baik.

Ia mengatakan, hadirnya MCK baru untuk santri putra maupun putri yang dipersembahkan oleh donatur PPPA Daarul Qur'an memberikan kebahagiaan tersendiri untuk para santri. Hal itu, nampak jelas saat mereka hendak mandi maupun berwudhu.

Tak hanya MCK dan air yang terbatas. Tepat di samping MCK baru, berdiri dua kobong dari bilik bambu yang disusun menjadi kamar santri putra. Sedangkan, putri menempati sebagian rumah pengasuh pondok yang dibatasi dengan lapisan triplek. Dengan beralaskan tikar usang, para santri nampak tak mengeluh.

"Alhamdulillah, sudah betah di sini. Apa lagi ada MCK baru yang lebih tertutup dan bersih," ujar Aminah, salah satu santri putri kelas 2 SMA.

Menurut gadis 16 tahun ini, tak masalah dengan terbatasnya kondisi di pondok. Yang penting, bisa belajar dan ibadah bersama. Karena, ilmu yang membuatnya yakin belajar di sana, bukan fasilitas yang ada disekelilingnya.

"Selain itu, kami pun tak membebani biaya kepada orang tua, karena ustad dan ustadzah tidak pernah menagih apapun dari kami. Kecuali, menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain," jelas, santri yang telah empat tahun belajar di Pondok Pesantren Al-Huda ini.

Siti Salma (36), istri dari ustad Abdul Malik menyampaikan, ada saja rezeki yang datang untuk urusan dapur maupun yang lainnya. Mengingat, santri yang bermukim di sini maupun siswa-siswi yang bersekolah di sini, tanpa dipungut biaya sepersen pun.

"Tak mungkin, kami meminta biaya kepada mereka. Jika, untuk makan sehari-hari saja sudah cukup sulit untuk mereka. Mayoritas keluarga santri hanya bekerja sebagai petani garapan dan buruh tak tetap," jelas ibu 4 orang anak ini.

Ia menyampaikan, syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur PPPA Daarul Qur'an yang telah memberikan perhatian kepada pondok pesantren Al-Huda. Karena, itu semua yang tengah dibutuhkan oleh santri-santri maupun warga di sekitar pondok. (N)

Photo lainnya dalam Berita ini ..




Berita terakhir lainnya pada periode ini ..