Arsip Berita | September 2016
Ingin Belajar Alqur'an Seumur Hidup

  22 September 2016    1,355

Tak ada manusia yang terlahir sempurna, kalimat yang seringkali terdengar setiap kali membahas soal manusia. Tak ayal, apabila setiap manusia berlomba-lomba menjadi yang terbaik dan sempurna.

Namun, kerap kali kesempurnaan itu disandingkan dengan kepuasan di dunia semata. Padahal, kesempurnaan adalah seimbangnya kehidupan..

di dunia maupun di akhirat.

Perihal ini lah yang diyakini seorang pria bernama Danu Ismanu. Tak hanya membangun kebahagiaan dunia saja, tetapi mencapai sukses di akhirat menjadi keutamaannya.

Alqur'an, menjadi salah satu pilihannya agar kesempurnaan itu hadir. Ia tak pernah lelah berinteraksi dengan..

Alqur'an setiap waktu. Karena, Alqur'an diciptakan sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya. Seperti sabda Rasulullah pada Hadits Riwayat Muslim.

Menurutnya, berinteraksi saja tidak cukup. Oleh karenanya, ia butuh lebih mengenal lagi dengan Alqur'an melalui mempelajarinya dengan baik dan benar. Ini yang memutuskannya..

untuk bergabung menjadi santri Qur'an Call.

"Alhamdulillah, saya mengenal Qur'an Call dari rekan yang telah menjadi santri Qur'an Call lebih lama," ujar pria 24 tahun ini.

Ia mengakui, sebelumnya pernah menjadi santri daurah Daarul Qur'an selama satu tahun. Besar kecintaannya kepada Alqur'an, mendorong..

Danu ingin menjadi seorang hafidz suatu hari nanti.

Pemuda 13 bersaudara ini mengatakan, dirinya belum memiliki hafalan sebelum menjadi santri Qur'an Call. Mengaji pun ala kadarnya, sebatas mendengarkan murottal dari telepon genggam. Ditambah, dengan dasar mengaji sewaktu usia dini di TPA sekitar Serang, Banten.

style="text-align: justify;">Kini, setelah hampir setahun bergabung dengan Qur'an Call, ia sudah mengantongi hafalan surah-surah pendek. "Tak masalah. InsyaAllah, pelan tapi pasti," benak pria yang terbiasa menghubungi Qur'an Call 5-10 kali dalam sehari.

Shubuh, Sholat Dhuha, Dzuhur, Ashar dan lanjut malam lagi, menjadi waktu-waktunya belajar..

di Qur'an Call. Tak tertinggal berbagai pertanyaan variatif dilontarkannya kepada pengajar, terutama terkait hukum bacaan.

Ia mengungkapkan, banyak ilmu yang diperoleh dari layanan Qur'an Call. Khususnya, tentang makhrojul huruf dan tajwid. Ditambah, cara mengajar Qur'an Call officer yang mudah dipahami dan selaras dengan harapannya.

Pernah..

suatu ketika, ia memberanikan diri untuk mengujikan bacaannya kepada ustad di lingkungannya. Alhasil, bacaan Danu lulus tak berkoreksi satu ayat pun. Meskipun begitu, ia tetap merasa lafal bacaanya kurang, sehingga kerap kali meminta dikoreksi oleh Qur'an Call officer.

"Mas Danu, bacaannya, Alhamdulillah, sudah bagus,..

jadi tidak perlu koreksi ya," tirunya perkataan salah satu Qur'an Call Officer.

Ia menyampaikan syukur dan terima kasih kepada seluruh pengajar Qur'an Call, atas semua kebaikan dan ilmu yang telah diberikan kepadanya. InsyaAllah, selalu bermanfaat seumur hidup hingga di akhirat.

Tak ingin ilmu..

hanya berhenti di Danu saja. Ia berupaya mengajak sanak saudaranya untuk bergabung di Qur'an Call. "Kalau diberikan kesempatan, jika sudah mampu membaca dan menghafal Alqur'an dengan benar. Saya tidak mempunyai harapan lagi, selain ingin membagikan ilmu kepada orang lain," ungkapnya. (S/N)

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..