Arsip Berita | Januari 2017
Taman Baca Hasanah : Mimpi yang Ijabah

  03 Januari 2017    1,857

Penelitian bertajuk "Most Litered Nation In the World" oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu menunjukkan, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara terkait minat membaca. Posisi ini hanya satu tingkat lebih baik dari Botswana yang ada di urutan..
terakhir.

Survey ini memperlihatkan fakta rendahnya tingkat baca masyarakat Indonesia. Berbeda dengan penggunaan media sosial yang menempatkan masyarakat Indonesia pada posisi lima di dunia.

Kemungkinan ada sejumlah penyebab dari rendahnya minat membaca ini. Sebut saja, akses bacaan ke masyarakat yang sulit, mengingat..
masih tingginya harga buku di Indonesia. Sebab, komponen cetak seperti kertas yang mahal dan lainnya.

Menyadari hal tersebut, banyak komunitas masyarakat yang tersadar untuk menyediakan akses bacaan berupa Taman Baca Masyarakat yang dikelola secara swadaya dan mandiri. PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta..
memilih mendirikan Taman Baca Mandiri (TBM) untuk masyarakat.

Kampung Rukem merupakan salah satu desa terdampak bencana longsor yang terjadi pada Juni 2016 lalu. Lewat program recovery, PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta bersama BNI Syariah dan Yayasan Hasanah membangun pipanisasi bagi masyarakat serta..
membangun mushola dan taman baca bagi masyarakat.

"Saat masa recovery, kami menemui fakta masyarakat sebenarnya butuh bahan bacaan untuk menambah ilmu mereka. Mengingat, sulitnya akses bagi bahan bacaan bermutu", ujar Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, Maulana Kurnia Putra dalam kegiatan..
launching program Taman Baca Hasanah, Jumat (30/12) lalu.

Maulana mengatakan, Taman Baca Hasanah ini merupakan mimpi Sudiyo, Pak Kaum Kampung Rukem, yang menjadi nyata. Sudiyo pun suka membaca. Hal itu terbukti lantaran Sudiyo selalu minta dibawakan buku.

"Pak Kaum pernah bermimpi di..
lokasi yang saat ini jadi mushola itu untuk menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat dan adanya taman baca. Alhamdulillah, pihak Yayasan Hasanah Titik, BNI Syariah memiliki ide yang sama dan terwujudlah mimpi tersebut," tuturnya.

Tak hanya taman baca, ke depan, Maulana..
berencana mengadakan kegiatan literasi yang lebih intens di kampung ini. Dia akan menggandeng beberapa komunitas baca yang ada di Kota Yogyakarta. "Terima kasih kepada BNI Syariah lewat Yayasan Hasanah Titik yang bersedia bersinergi dalam kegiatan ini," tuturnya.

Kepala Kantor Cabang Pembantu..
BNI Syariah Bulak Sumur Yogyakarta, Ifan Harianto bersyukur PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta punya visi yang sama berbagi dan membantu masyarakat lewat program charity. Dia berkata, “bantuan tersebut berasal dari dana zakat, infaq dan sedekah karyawannya yang disalurkan melalui Yayasan Hasanah..
Titik.”

"Dunia pendidikan menjadi salah satu fokus kami dalam menyalurkan dana ZIS yang dihimpun tersebut. Kami berharap, melalui Taman Baca Hasanah ini bisa berkontribusi pada peningkatan informasi dan keilmuan di masyarakat Kampung Rukem," ujarnya.

Lebih Berharga Ketimbang Mie Instan

Sudiyo, tokoh masyarakat Kampung..
Rukem, mengaku senang dengan kehadiran Taman Baca Hasanah ini. Dia menuturkan, saat ini hanya ada 1 Sekolah Dasar (SD) di Kampung Rukem. Sehingga, masyarakat hanya bisa menempuh pendidikan dasar dan setelahnya banyak yang menjadi tukang bangunan di Purworejo dan sekitarnya.

Dia..
mengungkapkan, hadirnya Taman Baca Hasanah memberikan peluang warga untuk mendapatkan ilmu baru. Menurutnya, ini merupakan bukti silaturahim dan ukhuwah islamiyah yang akan menguatkan bukannya melemahkan.

"InysaAllah, ini menjadi amanah yang akan dijaga dengan baik. Membaca itu jendela dunia. Jika hanya dikasih..
uang akan habis untuk beli mie instant. Tapi dengan buku ini akan dibawa sampai panjang oleh warga," tegasnya.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..

Photo lainnya dalam Berita ini ..




Berita terakhir lainnya pada periode ini ..