Arsip Berita | Januari 2017
Mengupas Kegiatan Pesantren Takhasus Kemang

  11 Januari 2017    4,493

Jakarta (10/1) Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an Ustadz Anwar Sani menyambangi salah satu Pesantren Takhasus Daarul Qur'an di Kemang, Jakarta Selatan. Pesantren full beasiswa ini berdiri kokoh di kawasan elite ibu kota.

Ditemani Ustadz Sholeh dari tim program PPPA Daarul Qur'an, Anwar Sani mengupas kegiatan belajar Qur'an di pesantren yang punya..
22 santri dari berbagai daerah di Indonesia. Kedatangan tim disambut baik pengasuh Pesantren Takhasus Daarul Qur'an Kemang, Abdul Mugeni.

Mugeni menjelaskan, kegiatan santri setiap harinya hampir dipenuhi dengan menghafal Qur'an. Dimulai pada pukul 03.00 WIB dini hari, santri diwajibkan shalat Tahajjud. Dilanjutkan Shalat Shubuh di masjid.

Setelah itu, santri mengikuti halaqah Qur'an..
pertama. Kemudian pada 06.30 WIB mereka mandi dan sarapan. Dilanjut pukul 08.30 WIB untuk Shalat Dhuha, membaca Asmaul Hunsah dan Surat Ar Rahman. Lalu kembali halaqah Qur'an kedua sampai 11.30 WIB dan rehat untuk Shalat Dzhur.

Usai shalat berjamaah di masjid, santri belajar Bahasa Arab kemudian diwajibkan tidur siang. Sebab, mereka..
akan kembali mengikuti sekitar dua sampai tiga kali halaqah Qur'an hingga pukul 20.30 WIB.

Mugeni mengaku senang membimbing santri-santrinya. Suka dan duka telah ia lalui. Alumni Pesantren Gontor ini juga pernah mengalami hal-hal unik saat membina para santri.

"Anak-anak itu suka susah bangun pagi dan tidur siang. Ada yang sudah bangun, tapi..
tidur lagi di kamar mandi," ucapnya.

Dia berharap, cita-cita semua santrinya dapat menghafal 30 juz bisa tercapai. Namun yang paling penting menurutnya, santri dapat mengaplikasikan Alqur'an dalam kehidupan.

"Penekanan kami tak hanya menghafal. Tapi bagaimana Alqur'an bisa mewarnai hari-hari kami. Kandungan-kandungan di dalamnya bisa kami amalkan," tuturnya.

Alhamdulillah, saat ini sudah ada santrinya..
yang menghafal 22 juz. Mugni menargetkan semua santrinya dapat menghafal 30 juz dalam satu tahun ini.

Danu Yusuf (13) hafidz Qur'an 22 juz, mengaku senang belajar menghafal Qur'an di Pesantren Takhasus Daarul Qur'an Kemang. Cita-citanya bisa menjadi ustadz dan kuliah di Madinah.

"Aku mau membuat orang tuaku bangga. Dan setelah selesai kuliah..
bisa mengabdi di tempat asalku," katanya.

Pesantren Takhasus adalah salah satu program yang digulirkan PPPA Daarul Qur'an, untuk mencetak generasi penghafal Alqur'an. Pesantren full beasiswa ini sudah berdiri di lima tempat yakni Kemang, Cikarang, Cinagara, Cimanggis dan Cilegon.

Penerimaan santri baru kembali dibuka pada awal Februari hingga April 2017. Program Pesantren Takhasus..
diperuntukkan bagi masyarakat yang kekurangan finansial namun ingin melihat anaknya menjadi hafidz Qur'an.

Seleksi akan digelar di sejumlah provinsi yang ada di Indonesia.‎ Informasi akan disebarkan melalui media sosial PPPA Daarul Qur'an dan Rumah Tahfidz Center yang tersebar di seluruh provinsi.

Ini merupakan salah satu program penyaluran dana sedekah yang diamanahkan masyarakat..
kepada PPPA Daarul Qur'an. Semoga setiap huruf yang dibaca para santri dapat menjadi pahala untuk anda.

Anwar Sani mengatakan, program penyaluran sedekah akan terus meluas tak hanya di negeri ini. Sesuai dengan visi misi PPPA Daarul Qur'an yang ingin membangun Indonesia dan dunia dengan Alqur'an.

"Kenapa kita harus didik anak-anak kita ini..
untuk mampu menghafal Alqur'an ? Karena mereka yang akan memimpin masa depan, generasi penerus Indonesia," ujarnya.

"Saat nantinya mereka menjadi anggota DPR, menteri bahkan presiden, ‎mengabdi untuk masyarakat dan umat, di dalam jiwanya sudah ada Alqur'an. InsyaAlah, sedekah yang para donatur titipkan manfaaat sekali,"‎ tutup Anwar Sani.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..