Arsip Berita | Januari 2017
Gerakan 100 Pesantren di 5 Benua

  27 Januari 2017    2,970

Maraknya film layar lebar yang latarnya diambil dari kisah-kisah pesantren, membuat wadah para santri belajar dan mondok itu lebih dikenal masyarakat, sebagian bahkan bernostalgia. Tak sedikit pula orang-orang hebat yang lahir dari pendidikan pesantren. Kini sebagian dari mereka sudah duduk di kursi pemerintahan.

Yayasan Daarul Qur'an..
yang berdiri pada 2005 lalu, menancapkan tiang-tiang pesantren untuk melahirkan para penghafal Al Qur'an. Pesantren Tahfizh yang juga sangat dikenal dengan sosok Ustadz Yusuf Mansur ini telah melahirkan ribuan santri, pesantrennya pun menjamur dengan cepat di beberapa daerah di Indonesia.

Respon positif masyarakat yang semakin percaya..
akan kualitas pendidikan pesantren mendorong Yayasan Daarul Qur'an untuk mengembangkan dakwahnya dengan pembangunan 100 pesantren di 100 kota dan 5 benua, ini adalah target besar yang Insya Allah akan terwujud. Hajat ini diharapkan melahirkan generasi-generasi penghafal Qur'an baru, yang dapat merubah dunia khususnya Indonesia.

Pimpinan Pesantren..
Tahfizh Daarul Qur'an Ustadz Ahmad Jameel mengatakan, pembangunan 100 pesantren digagas guna menguatkan gerakan membangun Indonesia dengan Alqur'an melalui pendidikan formal. Hal ini merupakan impian Ustadz Yusuf Mansur sebagai pendiri Daarul Qur'an.

Kini, 4750 santri calon-calon hafidz Qur'an tengah menuntut ilmu di Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an..
yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, tutur Ustadz Jameel, sudah ada santri yang lulus dan mendapat beasiswa di negara-negara di luar benua Asia.

"Sudah ada yang kuliah di Madina University, 10 santri tahun ini mau diterima. Sekitar 25 santri membuat komunitas di Al Azhar University Mesir...
Ada juga yang di Lebanon, Sudan, Turki, Australia dan perguruan-perguruan tinggi di Indonesia‎," ujarnya.

Pembangunan masih terus berjalan, khususnya di pesantren-pesantren yang sudah memiliki santri. Contohnya seperti Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an Ketapang‎. Meski sudah dihuni ratusan santri, masih ada sejumlah bangunan yang belum rampung seperti Masjid..
yang dapat menampung  6000 santri dan Tahfidz Tower. Ada ladang amal disini, masyarakat boleh terlibat karena masjidnya memang dibangun dari dana sedekah atau wakaf masyarakat.

Pembangunan pesantren juga sudah menyebar di kota-kota lain yang ada di Indonesia. Yakni, Jambi, Cilegon, Malang, Semarang, Banyuwangi, Bandung, Lampung dan..
lain-lain. Pesantren-pesantren yang ada di luar kota untuk pendidikan SMP. Sementara untuk jejang SMA ada di pusat.

"Banyuwangi sudah ada beberapa bangunan seperti masjid, namun asrama dalam proses finishing. Lampung sudah beroperasi di dua periode. Kemudian Semarang sudah ada 280 santri," tuturnya.‎

Sumber dana pembangunan pesantren murni..
dari sedekah para donatur. Namun, ada subisi silang juga dari pesantren umum yang berbayar untuk pesantren full beasiswa. Pesantren Takhasus, dikhususkan bagi santri-santri berprestasi yang kondisi ekonominya kurang.

"Jadi biaya santri masuk juga untuk pembangunan. Kenapa ada pesantren yang bayarnya mahal? Karena kami ingin memberikan satu..
apresiasi buat mereka penghafal Qur'an," ujar Ustadz Jameel.

Dia menjelaskan, orang tua yang membayar biaya masuk pesantren, akan sekaligus bersedekah untuk para santri penghafal Qur'an lainnya.

"Jadi Pesantren Takhasus memang full beasiswa buat kader-kader umat yang berprestasi," ucapnya.

Program pembangunan 100 pesantren ini akan terus berjalan demi menciptakan..
kader-kader umat penghafal Qur'an, disertai dengan kebaikan akhlak tentunya. Diharapkan, mereka yang didadanya mengalir ayat-ayat suci Al Qur'an akan terjaga perbuatannya kelak. Semoga, mereka menjadi keturunan yang saleh menyelamatkan orang tuanya dari api neraka, itulah sebaik-baiknya titipan.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..