Arsip Berita | Februari 2017
Melayani Kemanusiaan 24 Jam

  03 Februari 2017    2,078

 

Jakarta (3/2) - Ambulans gratis merupakan salah satu upaya PPPA Daarul Qur'an membantu masyarakat. Layanan ini diprioritaskan untuk korban kecelakaan, kaum dhuafa yang butuh pertolongan rujukan pasien dan transportasi pengantaran jenazah. Fasilitas ambulans juga dapat melayani situasi bencana dan aksi sosial lainnya.

Program layanan ambulans yang juga bagian dari penyaluran dana sedekah masyarakat ini diberikan 24..
jam bagi masyarakat yang membutuhkan. Saat bencana menimpa salah satu daerah di Indonesia, ambulans inilah yang keberadaannya sangat membantu korban bencana.

Koordinator Layanan Ambulans PPPA Daarul Qur'an Rojali bersama timnya sudah bertugas ke berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari mengantar jenazah, membantu korban bencana alam dan memudahkan dhuafa mendapat pelayanan di rumah sakit. Semangat membentang kebaikan..
dan menolong yang lemah tak pernah pudar.

"Alhamdulillah, sudah cukup banyak masyarakat terbantu dengan layanan ini. Baik masyarakat Jabodetabek maupun luar kota. Kami ke luar sudah sampai Palembang dan Surabaya," ujarnya.

Rojali menceritakan saat dirinya tengah mendapat tugas mengantar jenazah di wilayah Tangerang. Dia dibuat heran dan terkejut saat sampai di lokasi, jenazah belum disalatkan, bahkan belum..
dimandikan. Padahal dalam Islam tugas ini merupakan kewajiban muslim terhadap muslim lainnya.

"Ada permintaan untuk antar jenazah. Saya pikir cuma antar saja. Begitu datang, kondisinya belum terurus. Saya tanya ini kenapa belum dimandikan? Akhirnya saya berinisiatif cari orang yang bisa memandikan jenazah," tuturnya.

Rojali mengatakan, masyarakat khususnya yang takziah pada saat itu merasa terbantukan dengan kehadiran layanan..
ambulans.‎ Layanan ini tak hanya memfasilitasi kendaraan tapi kebutuhan memandikan hingga penguburan.

Ambulans gratis juga pernah membantu korban kecelakaan yang mengalami patah tulang. Saat itu, rumah sakit menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Namun, orang tua korban tidak menyetujui. 

Layanan ambulans, kata Rojali, juga pernah merujuk pasien dhuafa ke salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta. Tim..
ambulans sempat mendapat penolakan dari beberapa rumah sakit.

"Belum lama kejadiannya 2016 lalu. Pasien ini jatungnya bocor. Pertama ke RS Bhineka Bakti Husada tapi enggak diterima karena katanya penyakitnya udah kronis," ucapnya.

Rojali mengatakan, saat itu rumah sakit memberi surat rujukan agar pasien ditangani di RS Fatmawati. Sesampainya di RS Famawati, tim ambulans pun sempat mendapat penolakan.

Rojali..
tak menyerah, ia terus melobi pihak rumah sakit dan dokter yang berjaga di RS Fatmawati. Sampai pada akhirnya pasien mendapat kamar.

Rojali bersyukur, bisa membantu pasien tersebut. Meskipun pada akhirnya pasien itu meninggal dunia setelah dua hari di rawat.

Meskipun fasilitas ini terbatas lantaran baru ada 2 unit mobil, namun layanan ambulans dibuka 24 jam. Program ini..
merupakan salah satu ikhtiar PPPA Daarul Qur'an melayani masyarakat dalam bidang sosial kemanusiaan. Kini sudah di 8 kabupaten yang telah menerima manfaat layanan ini.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..