Arsip Berita | Februari 2017
Keajaiban di Langit Padang

  10 Februari 2017    3,885

Lelaki paruh baya itu larut dalam lantunan ayat suci Alqur’an yang dilafalkan santri-santri Rumah Tahfidz Samudera, Padang, Sumatera Barat. Desiran ombak yang berpadu dengan angin pantai membuatnya semakin tenggelam dalam kedamaian yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitulah ungkapan hati Syukur Usman (40), Koordinator Daerah (Korda) Rumah Tahfidz di Padang saat menceritakan kali pertama ia mendengar dan memandangi anak-anak mengaji di pinggir pantai. Pengalaman itu ia beberkan di depan para Korda Rumah Tahfidz dan Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an yang kala itu menggelar rapat kerja di Hotel Cipayung Asri Bogor, Januari lalu.

Alhamdulillah, hidayah menghampiri Syukur melalui dua sahabatnya. Keduanya mengajak Syukur untuk mendirikan Rumah Tahfidz dan mencetak generasi penghafal Qur’an di Padang. Pasti bukan karena kebetulan, karena Allah SWT selalu punya rencana terbaik bagi hambaNya.

Keindahan Pantai Kota Padang bisa terlihat sepanjang 5 KM, beriringan dengan bukit-bukit yang berdiri kokoh di tengah lautan dan ombak. Sesekali kapal-kapal besar maupun kecil berlayar di sekeliling pantai. Saat tengah asyik menikmati panorama pantai, sontak, Syukur terkagum. Ia begitu takjub menyadari awan-awan berbaris memayungi santri-santri Rumah Tahfidz Samudera yang tengah khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Alqur’an.

“Kejadiannya sekitar jam 9 pagi. Biasanya, jam segitu sudah sangat panas di Padang. Tapi hari ini sangat berbeda, cuacanya sangat adem, tak ada panas sekali pun. Awan-awan berkumpul hanya di tempat anak-anak yang sedang memurajaah juz 30. Subhanallah, saya yakin fenomena ini benar-benar karena Allah ingin melindungi anak-anak yang sedang mengaji,” ujar Syukur yang masih terkagum sembari menunjukan foto awan yang berbaris memayungi anak-anak itu.

Ia yakin, Allah sangat mencintai hamba-hambaNya yang memuliakan Alqur'an. Kini, Syukur mengaku sangat bersemangat untuk bangun pagi dan menggiring anak-anak Rumah Tahfidz Samudera ke Wisata Pantai Kota Padang. Ia menjadwalkan setiap Minggu para santri harus mengaji di tepi pantai.

Kini, sudah ada empat Rumah Tahfidz yang dikelola Syukur di Sumatera Barat. Dengan 149 santri yang rata-rata sudah menghafal 3 juz. Dia punya cita-cita mendirikan Rumah Tahfidz di seluruh Kota Padang.

“Kalau bisa saya akan jadikan Padang ini Kampung Qur’an dan Pantai Kota Padang jadi wisata religi. Kota yang Syariah. Sebab saat ini di Padang khususnya di daerah Rumah Tahfidz Samudera, masih marak narkoba dan lokalisasinya. Mudah-mudahan kami bisa menghilangkan ini dari Padang,” tutur Syukur.

Dengan dukungan masyarakat luas, PPPA Daarul Qur’an terus berupaya mencetak lebih banyak generasi pengafal Qur’an. Semangat inilah yang mendasari program "Sejuta Qur'an Hafalan". Program ini bertujuan memudahkan 19 ribu santri Rumah Tahfidz yang tersebar untuk menghafal dan akan terus bertambah seiring munculnya rumah-rumah tahfidz di seluruh kota maupun pelosok nusantara.

Siapa saja boleh terlibat, boleh mengambil bagian dengan menjadi donatur sedekah Qur'an hafalan. Ikhtiar kami, membasahi akidah generasi bangsa dengan nilai-nilai Qur'an agar tumbuh akhlak kharimah. Doa terbaik bagi para donatur, semoga dianugrahi keturunan penghafal Al Qur'an. Aamiin.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..