Arsip Berita | April 2017
Reihan Lebih Baik dari Kita

  07 April 2017    1,049

Seorang anak lelaki berbadan gembul berjalan tergopoh-gopoh, mulanya dia duduk dan mengangkat tangannya malu-malu di antara peserta aksi Mobile Qur’an. Kedua kakinya berjalan lancar hingga barisan paling depan, namun ibunya tetap menuntunnya dengan pelan. Anak lelaki ini barangkali masih berusia 10 tahun.

Anak lelaki ini sudah..
di sisiku, yang sedang aksi training Mobile Qur’an. Wajah anak lelaki ini cukup tampan. Senyum manisnya tak kunjung hilang dari raut wajahnya sembari mengunyah-ngunyah sesuatu. Permen karet pikirku. Sampai saat saya menyapa dan menanyakan namanya. Reihan, ucapnya yang juga memperlihatkan apa yang dikunyahkan sedari tadi...
Ternyata Reihan mengunyah lembaran kertas hingga lumat. Allahu akbar.

“An-Nisa’…, An-Nisa’….” Reihan terus mengucap ulang surat yang akan dilantunkannya.

Sejenak kemudian Reihan melantunkan Qur’an surat An-Nisa’ dengan lancar sedikit terbata-bata. Suaranya jernih, jelas. Bahkan jauh jelas dan indah daripada saat Reihan berbicara tadi. Masih di sisiku dan..
masih ada satu pertanyaan kenapa Reihan melumat kertas dan dituntun ibunya untuk berjalan ke depan, juga tangannya yang sedari tadi bergerak tak beraturan.

Reihan lalu duduk di kursi lipat di sisi Mobile Qur’an dan terus memanggil ibunya jika sedikit saja ibunya bergerak menjauh darinya. Saya terus..
memperhatikan sembari aksi Mobile Qur’an harus terus berlangsung. Kedua tangan Reihan juga tak pernah lepas dari handphone. Reihan terus menggerakkan kursor HP naik turun, turun naik. Sebuah lantunan murotal terdengar lirih dari handphone itu.

Ibunya bernama Maryam, usianya 40 tahunan, selalu berada di sisi Reihan untuk..
mendampingi Reihan mengeja setiap kata untuk diucap. Terakhir diketahui, Reihan adalah siswa SLB di Gombong, Kebumen. Reihan menderita Cerebral Palsy (CP) sejak tujuh tahun lalu. Satu penyakit pengentalan otak yang membatasi gerak dan komunikasinya pada orang lain.

Murottal handphone milik Reihan adalah ide Maryam. Setiap hari..
Reihan mendengarkan lantunan murotal tiada henti. Hanya itu yang Reihan dengar sehari-hari. Barakallah. Allah sungguh memiliki dan mengatur segalanya. Reihan diberi kerusakan sebagian otaknya, Allah juga mengatur sebagian lainnya untuk menghafal Al-Qur’an dengan kemampuan luar biasa.

Hampir sepanjang hari Reihan mendengarkan murottal Al-Qur’an. Ucapannya sangat terbatas...
Komunikasinya pun lambat. Semua karena Allah sucikan lisannya dari perkataan kotor dan sia-sia. Allah berkahi lisannya dengan hafalan Al-Qur’an. Dikisahkan Maryam, dengan segala keterbatasan Reihan, lisannya telah melantunkan 30 Juz dari Al-Qur’an. Bukan tilawah. Bukan membaca. Tapi Reihan hafal seluruh ayat dalam kitab suci itu...
Masyaallah.

Reihan memang istimewa, bahkan lebih baik dari saya dan anda yang tanpa kekurangan. Allah berikan pengganti kekurangan dengan yang jauh lebih baik pada Reihan untuk menghafal Al-Qur’an, untuk menjadi salah satu penjaga firman-Nya. Sungguh Allah telah memilih Reihan dan memenuhinya hidupnya dengan keberkahan.

“Semoga Reihan menjadi..
jalan kami menemui surganya Allah”, tutur Maryam dengan sedikit sendu dan mata yang berkaca. Reihan, saya belajar darimu. Kami belajar bahwa Al-Qur’an adalah rahmat bagi seluruh umat muslim. Bukan satu hal musykil bagi Allah untuk memilih siapa saja menjadi penjaga firman-Nya.

Semoga Reihan menjadi inspirasi bagi..
siapa saja yang hatinya terketuk untuk Islam, agar mencintai Al-Qur’an dan menghafalnya. Sungguh tiada batasan bagi Allah untuk hamba-hamba-Nya yang ingin mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya. Bukan yang pintar, bukan yang kaya, bukan yang muda, melainkan siapa saja yang mau mempelajarinya. Insyaallah.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..