Arsip Berita | Mei 2017
Sukses Bisnis bersama Allah

  12 Mei 2017    960

Berawal saat masih duduk di bangku kuliah pada 2002, Iffah M Dewi mengawali usahanya dalam bidang fashion. Tak hanya menyoal pakaian, ia juga mengedepankan unsur budaya Indonesia yang harus dilestarikan, yakni batik.

Idealismenya sebagai seorang mahasiswa membuatnya ingin menjadi seorang pengusaha yang bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat. Iffah lalu memulai bisnis batiknya yang semula ia lakukan setiap hal sendiri, dari mulai mendesain, menyiapkan bahan-bahan, membatik, sampai menjual. Dari mulai hasil batikannya yang berantakan sampai ditolak pembeli.

Iffah tak putus asa. Ia mencoba melebarkan sayap bisnisnya dengan mendesain fashion kelas atas. Iffah menambah modal dari pinjaman salah satu dosennya. Tapi lagi-lagi, usahanya tak menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Usahanya sepi order. Iffah terus merugi dan didera hutang. Tahun 2008, ia memutuskan untuk menghentikan usahanya. Iffah mulai berputus asa. Idealismenya untuk mebuka lapangan kerja seperti hanya mimpi belaka.

Meski begitu, Iffah masih memendam mimpinya. Lagi pula, masih banyak bahan batik dan tentu saja hutang yang harus dibayar. Sembari mencari pemasukan untuk mengembalikan hutang-hutangnya. Ia tersadar untuk kembali kepada Allah, menyerahkan segalanya kepada yang Maha Memutuskan.

Iffah memulai ibadah-ibadah sunnah yang sebelumnya jarang dilakukannya. Sholat dua rakaat sebelum shubuh ia lakukan secara istiqomah setiap hari tanpa terlambat. Sholawat menjadi amalan hariannya. Sembari menunggu order yang terlampau sepi, ia memperbanyak diri membaca Alqur’an. Ia juga lebih banyak mendekat pada anak-anak yatim dan difabel, yang kemudian menjadi ladangnya bersedekah. Satu hal yang tak lupa ia lakukan adalah meminta do’a ibu, karena ia percaya bahwa do’a seorang ibu pasti akan dikabulkan Allah SWT.

“Saat kebanyakan ide, saat nggak punya ide, saya datang ke Allah,”celetuk Iffah saat menjadi pembicara di Seminar Kun Fayakuun for Business PPPA Daarul pada 30 April lalu yang kemudian disambut gelak tawa para peserta.

Benar saja, keistiqomahannya yang sudah lebih dari sebulan mendatangkan keajaiban yang luar biasa. Awalnya, Allah mendatangkan dua sosok difabel yang pernah ia temui di panti. Dengan kemampuan mereka yang terbatas, Iffah dengan lapang dada menerima keduanya menjadi karyawannya. Meski order masih sepi, Iffah tak berkecil hati. Kedatangan mereka berdua yang kemudian tinggal di rumahnya, justru membuatnya semakin banyak beribadah dan tak berhenti berjuang. Ia pun menjadi lebih sering mengajak karyawannya untuk bersama-sama shalat berjamaah, shalat malam, dan membaca Alqur’an.

Satu per satu orderan batiknya berdatangan semakin hari semakin banyak. Ia pun masih terus istiqomah mendekatkan diri kepada Allah. Suatu hari, keajaiban besar terjadi dalam sejarah usahanya. Dua orang penghafal Alqur’an tiba-tiba Allah kirimkan membantu bisnisnya. MasyaAllah, sebuah keberkahan yang tak pernah ia sangka. Bisnisnya semakin hari semakin besar.

Sebuah nama pun tetiba terilhamkan di benaknya. SOGAN, sebuah kata yang asing, unik, dan penuh makna berasal dari tiga kata, yaitu SO, GA dan N. SO terilhami dari Sholawat kepada Nabi SAW, GA dari kata Gawe yang berarti giat bekerja untuk menggapai rizki dari Allah dan N dari Nur yang berarti cahaya atau petunjuk yaitu Alqur’an. Iffah pun bertekad untuk menjadikan bisnisnya sebagai ladang dakwah. Ia menyelipkan pesan-pesan dakwah dalam karyanya dengan menjadikannya batik berdzikir. Inspirasinya terus berdatangan dari Allah SWT.

Sejak 2009 sampai sekarang, usahanya terus menanjak. Brand Sogan Batik yang ia usung kini telah menjadi brand batik papan atas. Iffah pun kini memegang posisi sebagai Creative Designer yang hasil rancangannya telah banyak berlaga di catwalk-catwalk pameran fashion nasional.  “Saya percaya banget dengan hadist-Nya, Kalau ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari, dan itu betul. Shohih hadistnya,”jelas Iffah dengan mata berkaca-kaca yang turut membuat 700 peserta seminar di Jogja Expo Center merinding kagum.

Iffah telah membuktikan kesuksesan bisnis bersama Allah. Posisi rendahnya yang justru membuatnya semakin dekat kepada Allah telah mengantarnya pada keberhasilan yang tidak diduga-duga. Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi kaum muda yang turut mengikuti jejaknya. InsyaAllah.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..