Arsip Berita | Mei 2017
Geliat Wisuda Tahfizh Nasional 2017

  20 Mei 2017    1,900

Sejak ba'da Subuh ratusan santri bersama orang tua mereka dan sejumlah insan Daarul Qur'an sudah berkumpul di Gedung Serbaguna Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (20/5). Mereka tak sabar mengikuti gelaran Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) dan Daqu Award 2017.

Para orang tua menampakkan wajah-wajah bangga lantaran anak-anak mereka akan diwisuda. Terlihat senyum-senyum sumringah dari santri-santri yang menanti disematkan piagam sebagai tanda telah lulus ujian hafalan Qur'an 30 juz.

Santri putri tampak anggun menggunakan gamis serba putih, sementara santri putra terlihat gagah menggunakan jas hitam dan peci. Beberapa dari mereka mengenakan selempangan penghargaan bertuliskan "Wisudawan 30 Juz".

Semakin siang, tamu-tamu pun mulai berdatangan. Auditorium Balai Sudirman yang berkapasitas 1000 orang ini mendadak penuh sesak. Tak jarang, sejumlah tamu datang dari luar kota hingga pelosok Indonesia dan dunia hanya untuk menyaksikan WTN dan Daqu Award 2017 ini.

Sebagian dari mereka tetap antusias menghadiri gelaran ini meskipun berdiri di paling belakang lantaran tak kedapatan kursi. Alhamdulillah, selang beberapa menit sejumlah santri-santri panitia menyiapkan beberapa bangku yang sebelumnya masih kurang.

WTN kali ini diikuti sekitar 300 santri mulai dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an, Pesantren Takhassus Daarul Qur'an dan rumah-rumah tahfizh yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Kategori penerima wisuda yakni 4 juz (surat-surat pilihan), 12 juz, 15 juz dan 30 juz.

Suasana semakin meriah saat sejumlah santri menampilkan bakat-bakat mereka mulai dari membaca puisi, hadrohan, sampai melantunkan ayat-ayat suci Alqur'an. Pun saat KH Yusuf Mansur menyematkan piagam kepada satu per satu santri, para orang tua yang anaknya diwisuda begitu bangga.

Nama-nama wisudawan-wisudawati disebut di depan panggung melalui video yang berukuran cukup megah, membuat sebagian dari para ibu meneteskan air mata. Tangis haru bahagia menyelimuti relung hati mereka lantaran melihat sang anak mampu menghafal 30 juz.

Utusan Organisasi Tahfizh Internasional Jeddah, Saudi Arabia Syekh Abdul Aziz Az Zaharani yang turut hadir dalam gelaran ini menyampaikan terima kasihnya kepada Yayasan Daarul Qur'an karena telah menyiarkan Alqur'an ke seluruh penjuru Indonesia maupun dunia. Ia begitu bahagia dapat mendengarkan lantunan ayat-ayat suci nan indah dari para hafizh Qur'an.

Ia mengatakan, Alqur'an telah mengangkat Islam yang sebelumnya sempat diremehkan. Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan diajarkan kepada umatNya sampai ke penjuru dunia. Karenanya, umat Islam harus memuliakan Alqur'an.

"Selama kita memuliakan, mempelajari, menghafal dan membaca Alqur'an, insyaAllah kita tidak akan terjerumus dalam kesesatan karena Alqur'an adalah petunjuk bagi kita semua," ujar Syekh Abdul Aziz dengan bahasa Arab yang diterjemahkan Ustad Slamet Ibnu Syam.

Sementara itu Ustad YM sapaan Yusuf Mansur menyampaikan para santri tetap tawadu setelah diwisuda. Ia juga meminta para santri yang belum diwisuda berikhtiar dan berdoa kepada Allah agar bisa menyusul kawan-kawannya yang mendapat piagam 30 juz hari ini.

"Buat yang tidak ikut WTN hari ini, InsyaAllah, Allah yang mendudukan, menempatkan, memilih kalian nantinya. Karena itu do'a minta sama Allah dan teruslah berusaha," tuturnya.

Selain WTN, Daqu Award melalui penghargaan diberikan kepada pejuang-pejuang dakwah Qur'an di kota maupun pelosok Indonesia. Yang dari tangan mereka, melalui pengabdian, niat serta ikhtiar suci hingga lahir para penghafal-penghafal Alqur'an baru.

Semoga Indonesia ke depan dipimpin oleh mereka para generasi hafizh Qur'an. Dan syiar Qur'an yang diikhtiarkan Daarul Qur'an beserta para pejuang Qur'an semakin mendunia. Aamiin.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..