Arsip Berita | Mei 2017
BNI Syariah Mengaji

  31 Mei 2017    779

Setelah melakukan aktivitas pekerjaan, kegiatan segenap karyawan Bank BNI Syariah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sore kemarin lebih padat. Ba'da salat Ashar, mereka bergegas menuju ke mushola yang berada di kantor, Selasa (30/5).

Para pimpinan maupun seluruh staf begitu antusias menghadiri majelis ilmu bersama PPPA Daarul Qur'an dalam program Spirit of Ramadhan (SOR). Kajian dibuka dengan lantunan ayat suci Alqur'an, yakni surah AlBaqarah ayat 183-185 dari salah seorang karyawan.

Ustadz Syaiful Bahri sebagai penceramah mengambil tema kajian "Perjalanan Menuju Kematian". Sontak saja, perhatian jama'ah tertuju pada salah seorang asatizh Daarul Qur'an tersebut.

Apalagi, tatkala Ustad Syaiful membacakan satu ayat Alqur'an yang artinya, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan”. QS. Al‘Ankabut [29] ayat : 57

"Allah akan mengirim malaikat maut dengan penampilan yang baik, ketika akan mencabut nyawa orang mukmin. Akan tetapi, jika yang akan dicabut adalah jiwa orang kafir, maka malaikat akan menampakkan wajah, penampilan dan sikap yang buruk terhadap orang tersebut," seru Ustad Syaiful.

Maka, ia pun mengajak seluruh jama'ah untuk senantiasa memperbaiki diri. Karena masalah kematian tidak ada satupun makhluk yang mengetahuinya, kecuali Sang Pencipta, Allah SWT.

Di pertengahan kajian, terdengar syahdu kalimat do'a "Allahumma fii sakaratilmaut", yang didawamkan kurang lebih 50 jama'ah. Tak hanya di lisan, kalimat tersebut nampaknya sampai juga hingga hati jama'ah yang terlihat khusyuk melafalkannya.

Branch Manager BNI Syariah Kebon Jeruk, Asep Mulyadi mengaku bersyukur dengan kehadiran tim SOR PPPA Daarul Qur’an. “Alhamdulillah, kajian yang disampaikan tadi sangat menggugah semangat untuk memperbaiki diri. Apalagi kita tengah berada di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” tuturnya.

Lelaki kelahiran 1968 ini mengungkapkan, memang sebagai manusia setiap umat muslim harus mempunyai hubungan baik di dalam dua dimensi. Yaitu, hubungan kepada Allah dan manusia sendiri tentunya.

Maka dari itu, Asep, panggilan akrabnya, menerapkan wajib salam kepada seluruh karyawannya ketika masuk ke kantor. Dan, weekly meeting di mushola setiap Selasa, serta memberikan jadwal kepada karyawannya untuk menjadi khatib Jum'at. Ia berharap, kajian semacam ini terus dikembangkan ke berbagai perkantoran. Apalagi, jika dapat ditambah dengan materi Tahfizhul Qur'an.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..