Arsip Berita | Agustus 2017
Taman Kecil di Kampung Qur'an

  01 Agustus 2017    1,655

Langit tampak mendung di Kampung Quran Rukem, Purworejo, Minggu (30/7) pagi. Puluhan remaja sudah berkumpul di Mushola Miftahul Huda yang menjadi pusat dakwah pengembangan masyarakat desa. Sejumlah remaja berbusana muslim tengah duduk rapi mengitari seperangkat alat-alat sederhana dari Mas Endra,..
seorang ahli kreasi desain interior lulusan ISI Yogyakarta, yang kini tengah menekuni seni terrarium.

Meja-meja kecil disusun letter L di ruang tengah mushola. Sejenak riuh dengan suara batu-batu putih kecil yang dituang sedikit demi sedikit ke dalam stoples bening bekas wadah..
bubuk kopi. Mata mereka berbinar menerka apa gerangan yang akan mereka susun. Mas Endra mulai menjelaskan tentang terrarium yang masih jarang terdengar.

Mas Endra, pengrajin terrarium asal Sewon, Bantul dengan lihai menjelaskan kegiatan hari itu. Terarrium, dijelaskan dengan mudah. Tangannya dengan..
terampil menyusun setiap batuan dan pasir juga tanaman dalam botol kaca. Remaja Rukem pun tak kalah antusias mengikuti setiap langkahnya.

Erni, seorang siswa SMK yang juga warga asli Rukem, dahinya mengkerut, matanya fokus pada batu-batu kecil yang tengah disusun menggunakan pinset..
menjadi anak-anak tangga di dalam stoples kaca kecil bekas wadah kopi. Erni lalu tertawa kecil melihat hasilnya.

Demikian pula teman di sampingnya, tampak sangat konsentrasi meratakan pasir menjadi liku-liku jalan di bukit dengan dua rumah tersusun dengan gaya “leveling” lantaran tanahnya..
berundak. Persis kondisi rumah-rumah di Kampung Qur’an Rukem yang berada di atas bukit. Yang lain juga sibuk menata lumut-lumut agar menutupi tanah dalam stoples.

Tak hanya remaja, beberapa bapak juga ikut praktik menyusun terrarium dengan imajinasi masing-masing. Pak Paino yang duduk..
di belakang juga turut menumpahkan imajinasi membuat terrarium. Sepertinya mudah, namun tantangannya justru ada pada diri mereka sendiri, yakni pada bagaimana mereka berkreasi dan berimajinasi dalam menyusun terrarium dengan penuh ketelatenan dan kesabaran.

“Lihat ini, anak saya pasti suka,” cetusnya memandangi..
tatanan taman kecil pertama buatannya.

Sederhana memang, pelatihan ini adalah awal meningkatkan kreativitas remaja Kampung Qur’an Rukem, Purworejo. Bukan hanya kemampuan imajinasi, kesabaran dan ketaletanan juga diasah dalam prosesnya.

Pelatihan terarrium ini tentunya bukan sekadar membuat prakarya. Lebih dari itu, pelatihan ini..
diharapkan menjadi ikon baru untuk Rukem sebagai Kampung Agrow, konsep kampung dengan pengembangan agrobisnis. Diharapkan, para remaja Rukem bisa mengembangkan usaha kreatif terarrium di sini.  Tak hanya soal ekonomi, namun bagaimana agar para remaja Rukem mau tetap tinggal di desa..
ini.

"Mayoritas remaja di sini kalau sudah lulus SMP atau SMA langsung kerja ke luar. Nggak ada yang mau tinggal di sini," terang Sudiyo, seorang sesepuh Rukem sambil mengelus dada.

Dengan adanya Kampung Agrow, sangat besar harapannya para pemuda di Rukem mau..
turut andil membangun kampungnya. Inilah salah satu cita-cita PPPA Daarul Qur'an untuk menjadikan kemandirian ekonomi juga pembentukan karakter mental juang dalam masyarakat binaan yang kali ini didukung penuh CIMB Niaga Syariah.

Tujuan akhirnya tentu saja agar dakwah Islam terus tersampaikan. Karena..
setiap pemuda di sana adalah kader dakwah yang akan meneruskan pendidikan Islam kepada generasi selanjutnya.

Melalui Kampung Agrow,  semoga setiap proses dakwah ini bisa menyentuh banyak hal. Adalah ikhtiar PPPA Daarul Qur’an menyiapkan generasi muda Rukem yang mandiri dan Islami. Semoga,..
Allah mengizinkan cita-cita Kampung Rukem dengan terus menjaga semangat masyarakat dalam menata mimpi yang tengah mereka rencanakan bersama Alqur’an. Aamiin.

Geser halaman untuk melihat halaman lainnya..



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..