Arsip Berita | Agustus 2017
Tasyakuran Kemerdekaan Indonesia dari Gaza

  22 Agustus 2017    904

Sudah 72 tahun rakyat Indonesia meraih kemerdekaan sejak 1945 setelah 350 tahun bangsa Indonesia hidup di bawah jajahan, kini udara kemerdekaan telah dihirup bebas masyarakat Indonesia. Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang jatuh pada 17 Agustus pun setiap tahunnya digelar untuk memaknai rasa syukur kepada Allah SWT .

Puncak HUT RI sendiri adalahpelaksanaan pengibaran bendera merah putih di seluruh instansi baik pemerintah maupun swasta.  Khusus untuk pemerintah pusat, upacara peringatan digelar di Istana Negara, Jalan Merdeka Utara. Upacara dipimpin langsung PresidenJoko Widodo.Gelaran ini juga dihadiri jajaran pejabat teras dan masyarakat umum di Jakarta, demikian pula perwakilan dari seluruh tanah air.

Sementara itu, lebih dari 60 tahun Palestina hidup dibawah jajahan, ketertindasan, pengusiran dan penggusuran bahkan pembunuhan secara sengaja dilakukan penjajah Israel. Kemerdekaan masih menjadi mimpi besar yang belum tercapai, mereka tengah berjuang menghadapi kaum rasis dan nazi dari Yahudi Israel.

Sebagai bentuk rasa cinta dan hormatPalestina kepada Indonesia maka raykat Palestina mengadakan HUT Kemerdekaan Indonesia di Jalur Gaza. Jalur yang sudah lebih dari satu dekade dibawah blokade Israel. Blokadeyang terkenal mematikan lantaran pihak penjajah menutup semua pintu perlintasan, baik perlintasan Rafah maupun pintu perlintasan Erez, GazaUtara.

Terselanggaranya acara ini dipelopori oleh Pegiat Kemanusiaan dari Indonesia Abdillah Onim yang juga Koordinator Daarul Qur’an Nusantara di Palestina.  Tujuannya, agar tercipta keakraban antara dua bangsa yang mayoritas beragama muslim. Keakraban yang terjalin ini diharapkan terus tumbuh dalam setiap situasi, suka maupun duka. Sekitar 750 warga Palestina begitu semangat mengikuti gelaran peringatan HUT RI di Lapangan Karamah, Gaza Utara, Jum’at (17/7). Ini merupakan kegiatan tahunan dengan melibatkan warga Palestina.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari para santri Rumah Tahfizh PPPA Daarul Qur'an Gaza, anak-anak Jalur Gaza, dokter, kalangan mahasiswa, aktivis-aktivis NGO dan warga sipil secara umum. Layaknya di Indonesia, bendera merah putih pun berhasil dikibarkan di tengah-tengah peserta yang menghadiri gelaran ini. Pengibaran diiringi dengan gemuruh lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk penyampaian orasi dukungan terhadap bangsa Indonesia ini, mendatangkan sejumlah tokoh dan pemuka masyarakat setempat. Antara lain, Syaikh Musthafa Abd. Fattah Hamudah, pemuka agama yang cukup disegani masyarakat Gaza. Dalam sambutannya ia mengucapkan selamat kepada Indonesia.

Sementara itu, Mokhtar Jom’ah warga Palestina yang juga merupakan aktivis NGO mengatakan, partisipasi dan antusias mayarakat Palestina yang ada di Jalur Gaza ini juga sebagai bentuk rasa terima kasih kepada rakyat Indonesia yang tiada henti berkontribusi dalam memberikan sumbangan materil untuk kaum fakir miskin, demikian pula anak yatim di Jalur Gaza.

Tak lupa juga ia mengucapkan terima kasih terkhusus kepada PPPA Daarul Qur’an yang telah mendirikan Rumah Tahfizh Daarul Qur’an di Jalur Gaza sejak 2013 lalu. “Kegiatan ini terasa spesial karena perayaan ini hanya untuk bangsa Indonesia, di mana sebelumya warga Gaza sama sekali belum pernah merayakan hari kemerdekaan negara lain semeriah ini,” tutur Jom’ah. Acara semakin meriah dengan pembacaan syair-syair perjuangan untuk menyemangati para hadirin dan diakhir dengan pembaca doa bersama dipimpin Syaikh Emad.

Photo lainnya dalam Berita ini ..




Berita terakhir lainnya pada periode ini ..