PROGRAM PPPA DAQU

Bidang Sosial dan Kemanusiaan


Santri Siaga Bencana (SIGAB)

SIGAB (Santri Siaga Bencana) adalah program sosial kemanusiaan untuk aksi paskabencana di wilayah terdampak baik bencana alam, sosial, dan kejadian luar biasa. SIGAB melingkupi aktivitas emergency, rehabilitasi, atau rekonstruksi wilayah terdampak.

Santri adalah orang, komunitas, dan kelompok masyarakat tertentu dengan berbagai profesi yang berpihak dan bersedia bergerak dalam dunia kemanusiaan.

                                                       

Tujuan dan manfaat Program SIGAB adalah sebagai berikut :

  • Adanya Rapid Risk Assessment (RRA) dalam penanganan kebencanaan.
  • Melakukan aksi efektif dan efisien dalam penanganan kebencanaan.
  • Melakukan Community Based Disaster Management berpusat di masjid, rumah tahfidz, atau madrasah.
  • Membangun mental masyarakat di wilayah terdampak bencana berbasis tahfidzul Qur’an.

 

Ruang Lingkup

  • Emergency adalah aktivitas sampai hari ketujuh paskabencana di lokasi terdampak. Memenuhi kebutuhan logistik dasar masyarakat terdampak bencana.
  • Rehabilitasi adalah aktivitas mulai dari bulan ketiga hingga tahun kelima di lokasi terdampak. Rehabilitasi melingkupi pemulihan aktivitas masyarakat terdampak sampai tingkat memadai, termasuk pada trauma paskabencana.
  • Rekonstruksi adalah pembangunan kembali sarana prasarana di wilayah paskabencana dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya aktivitas sosial masyarakat.

Komponen Program

- Kaver Aksi SIGAB

Kategori paskabencana yang dapat dikaver Program SIGAB adalah sebagai berikut:

  • Bencana Alam, diakibatkan peristiwa oleh alam (gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor).
  • Bencana Sosial, peristiwa yang diakibatkan oleh manusia (konflik sosial dan teror), termasuk di dalamnya akibat modernisasi (kebakaran hutan)

Jangka Waktu Aksi SIGAB

 
Jangka waktu

Aktivitas s/d 7 hari s/d 3 bulan s/d 5 tahun
Emergency -    
Rehabilitasi - -  
Rekonstruksi   - -

 

Aktivitas Program

Aktivitas SIGAB di wilayah terdampak bencana berpusat di masjid terdekat, Madrasah, Rumah Tahfidz, pesantren, ataupun tenda darurat yang difungsikan.

- Emergency

Pada tahap ini, SIGAB memberikan beberapa bentuk bantuan sosial kemanusiaan, yakni:

  • Logistik (sembako, obat, pakaian baru, tenda darurat, dapur umum, air bersih)
  • Trauma healing
  • Kesehatan korban terdampak bencana

- Rehabilitasi

Pada tahap ini, SIGAB memberikan beberapa bentuk bantuan sosial kemanusiaan, yakni:

  • Pendampingan
  • Trauma Healing

- Rekonstruksi

Pada tahap ini, SIGAB memberikan beberapa bentuk bantuan sosial kemanusiaan, yakni:

  • Pembangunan sarana dan prasarana pokok yang tidak tergarap pihak manapun (rumah semi permanen, madrasah, masjid, atau sumber air bersih)
  • Pendampingan berbasis dakwah Tahfidzul Qur’an
  • Terwujudnya Kampung Qur’an (melalui tahap kajian lanjut).

Survey Lapangan dan Rapid Risk Analysis (RRA)

Sebelum melakukan aksi Sosial Kemanusiaan di lokasi bencana, maka Relawan SIGAB harus melakukan beberapa tahap di bawah, yakni:

  • Pengumpulan data lokasi secara langsung maupun tidak langsung melalui (wawancara, internet, televisi, media cetak, dll).
  • Pengumpulan data profil daerah meliputi alamat lokasi lengkap, kondisi jalan, jembatan, cakupan air bersih, listrik, 30 telekomunikasi, sarana kesehatan, tempat ibadah, bandara, dan data korban bencana.
  • Pemenuhan sumber daya di lokasi bencana diawali melaporkan data lapangan berupa lokasi pengungsi, kebutuhan logistik (pangan, sandang, dan obat-obatan).
  • Pemenuhan logistik hanya di masa emergency dengan mengoptimalkan jaringan kerelawanan lokal dan nasional.
  • Pendampingan dilakukan di masa emergency dan rehabilitasi, maksimal 3 bulan paska bencana.
  • Aktivitas rekonstruksi dilakukan menurut urgensi dan pertimbangan duplikasi bantuan, dan berdasar pada data lapangan kerusakan sarana prasarana (rumah, masjid, madrasah, dan aula kampung).
  • Form survey lapangan terlampir.

Kategori Bantuan

Berdasar data lapangan, bantuan Program SIGAB adalah sebagai berikut:

- Tahap Emergency

Minimal korban terdampak 150 KK

  • Logistik (sembako, obat, pakaian baru, dapur umum, air bersih)
  • Trauma healing
  • Al-Qur’an

Korban terdampak 150 – 500 KK

  • Logistik (sembako, obat, pakaian baru, tenda darurat, dapur umum, air bersih)
  • Trauma healing
  • Sarana ibadah, dan fasilitas kesehatan
  • Al-Qur’an

- Tahap Rehabilitasi

  • Pendampingan
  • Trauma Healing
  • Al-Qur’an

- Tahap Rekonstruksi

  • Pembangunan sarana dan prasarana pokok yang tidak tergarap pihak manapun (rumah semi permanen, madrasah, masjid, atau sumber air bersih) untuk lokasi terdampak dengan kategori kerusakan berat.
  • Pendampingan berbasis dakwah Tahfidzul Qur’an 31
  • Berdirinya Rumah Tahfidz dan Kampung Qur’an (melalui kajian lebih lanjut).

Jaringan Relawan

Jaringan relawan mengoptimalkan masyarakat di sekitar Rumah Tahfidz, Madrasah, Pesantren, dan Kampus yang telah bermitra dengan PPPA Daarul Qur’an di seluruh Indonesia.


Konten lainnya dalam Modul PROGRAM PPPA DAQU / Bidang Sosial dan Kemanusiaan ini ..