Testimoni Sedekah

Agus Solehan - On The Way Haji dari Sedekah

  7,943


Bagi umat Muslim, melaksanakan ibadah Haji merupakan hal yang sangat sakral dan menjadi idaman. Tak jarang, sebait do'a dalam bisikan lirih kepada Allah tersirat pula kalimat agar Dia memudahkan kita berangkat ke Tanah Suci.

Agus Solehan, pria 46 tahun ini Alhamdulillah, telah melaksanakan rukun Islam terakhir ini 2008 silam bersama istri tercinta. Namun akunya, ia tak pernah bermimpi ataupun niat untuk dapat melaksanakan ibadah suci ini. Karena, kondisi yang tidak memungkinkan.

"Sejak usia 7 tahun, saya menjadi anak yatim. Tapi saya percaya dan yakin pasti Allah kasih sesauatu yang bemanfaat bagi saya," ucap pria yang disapa akrab Agus.

Setelah ia pulang dari Tanah Suci, datanglah seorang tamu bernama H. Hambali yang menceritakan sudah 2-3 kali berangkat haji.

"Saat itu, saya menitihkan air mata, minta resepnya biar bisa berangkat haji lagi," jelas lelaki asal Kebumen, Jawa Tengah ini mengenang.

Di sisi lain, sebagai anak laki-laki bontot dirinya merasa bertanggung jawab kepada sang ibu. Mengingat, ibulah yang sudah berusaha mati-matian untuk membesarkan dan membiayai hidupnya hingga sekarang.

Hal yang tak ia harapkan malah menghampiri, di saat ibunya tengah berbaring sakit, Agus terpaksa tidak bisa merawat karena situasi dan kondisinya yang kurang memungkinkan.

Ia merasa bersalah dan akhirnya menyerahkan tanggung jawab merawat sang ibu kepada kakaknya, Hamidah dan suami. Bahkan, hingga ibundanya menutup mata.

"Saya belum sanggup membalas apa-apa kepada ibu, kecuali doa dan doa. Saya benar-benar kehilangan sosok ibu yang sudah membesarkan saya, semoga beliau diampuni segala dosanya dan diterima segala kebaikannya dan diluaskan alam kuburnya, aamiin ya rabbal alamin," tuturnya tak kuasa menahan air mata dan isak tangis.

Karena rasa terima kasihnya kepada kakak dan kakak ipar yang sudah mengurus ibunya. Tak henti ia berdoa untuk mereka agar diluaskan segala rezekinya oleh Allah SWT. Selain itu, setelah ibunya meninggal, Agus tidak mengambil bagian warisan keluarga, dan ia diserahkan ke kakaknya dengan tulus ikhlas.

Beberapa tahun kemudian, kembali, hati Agus harus tersayat lantaran anggota keluarganya dipanggil oleh Allah SWT. Kali ini, seseorang yang meninggalkannya adalah Muhammad Sarengat, kakak iparnya, suami dari Hamidah.

Semasa hidup, terang Agus, Sarengat dan Hamidah pernah menanam sebilah pohon jati. Mereka berazam untuk berangkat Haji bersama tatkala pohon ini sudah tumbuh besar dan terjual. Namun, takdir Allah menyegerakan kakak iparnya tersebut untuk menghadap-Nya, sebelum sempat berkunjung ke Baitullah.

Agar tidak mengindahkan keinginan Sarengat, Hamidah meminta Agus untuk menemaninya bernagkat Haji. "Allahuakbar," pekikan takbir disela haru suasana hati Agus.

"Setelah berapa hari mengumpulkan uang untuk biaya haji, Alhamdulillah, sekarang tinggal menunggu antreannya. Allahuakbar," tukas Agus.

Semoga, imbuh ia, lambat atau cepat dapat menjadi haji yang mabrur dan dimudahkan segala urusannya di dunia dan akhirat.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni