Testimoni Sedekah

Rini Nurjanah - Biarpun Pedang Bermata Dua, Tetap Ada Allah

  3,614


Bagai anak panah yang masih mencari busurnya, arah mana yang akan dituju, sedangkan generatornya saja tak ada. Namun, apa yang dapat dilakukan sebuah anak panah jika telah menemukan sang busur? Tentunya, dia siap meluncur membidik targetnya.

Tak berlebihan jika kita terapkan ungkapan itu untuk seorang wanita bernama Rini Nurjanah. Dara kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah ini, memang belum pernah mengenyam pendidikan agama secara intensif atau nyantri sebelumnya. Karena, sekolah negeri-lah pilihannya selama ini.

Akan tetapi, hal tersebut tak menjadi masalah baginya. Setibanya di Bekasi, Jawa Barat, setelah lulus sekolah tahun 2011 silam, ia sedikit demi sedikit menemukan alur hidupnya. Arah yang selama ini ia cari, rupanya Allah jodohkan bertemu di perantauan.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka sendiri.” QS. Ar-Ra'd [13] Ayat : 11

Potongan dari ayat surah Ar-Ra'd diatas menunjukkan bahwa, hidayah, rahmat dan pertolongan Allah SWT tak datang kepada orang yang hanya berdiam diri. Melainkan, mereka yang berusaha menjemput pertolongan-Nya.

"Sejak bekerja di sebuah pabrik di daerah Bekasi, saya mulai mengenal dan mengikuti kajian Ustad Yusuf Mansur. Kebanyakan melalui kajian bulanan yang di masjid Istiqlal, Jakarta," terang wanita kelahiran 1991 ini.

Belajar dari Ustad Yusuf Mansur, Rini, panggilannya, mulai setapak demi setapak mendekat lebih dekat ke jala Allah. Ia banyak belajar dari sang ustad, tak terkecuali tentang ilmu sedekah.

Tidak ia ragukan lagi, Riyadhoh yang diajarkan ustad Yusuf Mansur pun dilakukannya. Berharap, dari ikhtiarnya ini, Allah menghadirkan solus dari sederet masalahnya. Ya, memang siapa yang tak mau terlepas dari belenggu masalah.

Namun, apa yang disangkanya ternyata melenceng jauh dari harapan. Bukannya mendapat jawaban, ini malah bertambah cobaan.

"Yaa Allah.. Sabarkan.. sabarkan," lafadznya dalam doa.

Kesalahpahaman di keluargannya sendiri, membawanya dalam kebimbangan. Tersudutkan karena kabar burung yang tersiar di masyarakat tentang dirinya. Padahal, tak sedikitpun ia lakukan hal itu.

"Hanya diam, istighfar dan doa saja menanggapi saudara sendiri yang seperti itu. Semoga Allah memberikan jalan-Nya," tuturnya.

Hebatnya, tali silaturrahim tetap ia jaga kokoh. Tak sedikitpun terbesit di pikirannya untuk memutusnya. Walaupun, dirinya sudah disudutkan mati-matian.

Lambat laun, pertolongan Allah akhirnya tiba. Dirinya tak lagi disangkut pautkan dengan perkara yang menyita banyak air mata itu.

Sampai akhirnya, Rini memulai pekerjaan sebagai bagian administrasi di salah satu pabrik yang berada di Karawang, Jawa Barat pada 2014 lalu. Lepas dari cobaan yang lalu. Ia pun dihadapkan dengan cobaan yang lebih anyar.

Memang, hamba yang Dia sayang, akan selalu dipertemukan dengan cobaan sebagai bahan si hamba untuk meningkatkan ketaqwaannya. Hal itu menandakan bahwa Allah memperhatikannya, dan ingin melihat bagaimana hamba-Nya itu berusaha.

"Awalnya di sini, gejala-gejala di mata saya mulai terasa. Pertamanya berfikir itu hal biasa, tapi lama kelamaan. . .," ucap Rini.

Ya, gejala yang ia anggap biasa, ternyata sedikit banyaknya berdampak pula dalam hidupnya. Puncaknya adalah Maret tahun ini, sebelah matanya mulai membengkak hari demi hari. Semakin kesini, semakin memprihatinkan.

"Saat itu, pikiran saya sudah macam-macam. Berkhayal ini dan itu, takut sendiri," imbuuhnya.

Hal tersebut menjadikan Rini semakin banyak meminta kepada Rabb Pencipta Jagad Raya. Berharap, kekhawatirannya selama ini tak menjadi kenyataan.

"Alhamdulillah, setelah keluar hasil dari pemeriksaan dokter, tidak ada yang serius. Hanya syarafnya saja yang bermasalah, InsyaAllah, masih dapat diobati," tukasnya gambira.

Kini, ia melihat wajah baru dircermin. Tak banyak, hanya bertambah kaca mata untuk membantunya melihat lebih jelas. Namun, hal tersebut bukan masalah, iman, islam dan keluarga pun sudah menjadi karunia terbesar baginya dari Allah SWT.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni