Testimoni Sedekah

Sri Sugiyanti - Dari Dua Buah Kaos Jadi Rp 16 Juta

  3,361


Kata Sri Sugiyanti, "sedekah itu bisa menjauhkan kita dari mara bahaya dan juga melipat gandakan rezeki."

Percaya? Percaya dengan bersedekah, Allah akan meningkatkan derajat kita di mata-Nya?

Bagi setiap muslim, tentunya mempercayai semua itu. Karena Allah sendiri yang berfirman dalam kitab suci Alqur'an.

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." QS. Saba [34] : Ayat 39

Yanti pun yakin betul dengan semua janji-janji Allah itu, tak sedikitpun ia ragukan. Keyakinannya bertambah ketika ia mulai mengenal Ustad Yusuf Mansur, PPPA Daarul Qur'an dan banyak lagi komunitas sosialnya, riyadhoh sedekah pun makin digencarkannya.

Tak ada yang kebetulan, Yanti menerima doorprize saat penyelenggaraan event Wisuda Akbar 5 PPPA Daarul Qur'an di Gelanggang Olah Raga Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Meriahnya acara tak hanya dari peserta dan pengunjung. Tapi, dimeriahkan pula oleh para pedagang. Begitupun dengan Yanti.

Ia membuka stand dan menjual kaos anak edukasi (Arasyi) miliknya. Mengingat, tak hanya aktif di komunitas sosial, Yanti pun gemar pula berwirausaha.

Luasnya komplek GBK membuat para pengunjung tersebar di mana-mana. Namun, belum banyak orang yang mampir ke standnya, saat itupun ia luangkan dengan sedikit bersantai.

Semakin meningginya matahari, makin banyak pula orang-orang yang berdatangan ke sana. Tidak hanya peserta, para pengunjung mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga para tokoh-tokoh pemerintahan pun mulai berdatangan.

Ia menceritakan, saat itu datang beberapa calon wisudawan ke standnya. Ternyata, salah satu dari mereka masih berusia 5 tahun, dan seorang yatim piatu.

Hal yang membuatnya tersentuh adalah kegigihan santri tersebut datang jauh-jauh dari Padang, Sumatera Barat. Di wisuda akbar ini, anak yang memakai baju bertuliskan 'wanna be hafizh Qur'an' tersebut akan menyetorkan hafalannya yang telah mencapai 6 juz. MaasyaaAllah.

Yanti mengerti, para assatidz yang sudah membawanya sampai ke Jakarta ini, pasti membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Akhirnya, ia pancing santri itu untuk membacakan surah Al-Buruj, dan imbalannya adalah kaos dagangannya yang dipandangi sejak pertama datang.

"Malu-malu, dia membaca surah itu dengan baik dan tartil. Setelah selesai, saya berikan dua buah kaos itu, dan ia terima dengan senang hati," papar istri dari Khairul Subhi ini.

Bagai pintu pembuka rezeki yang Allah selipkan dikedatangan rombongan itu. Standnya mulai ramai dikunjungi masyarakat yang penasaran dengan kaosnya.

Alhamdulillah, sambung ia, selepas itu, banyak pengunjung, santri dan assatidz yang datang dan membeli barang dagangannya. Padahal, sebelumnya hanya beberapa orang saja yang melihat-lihat, dan selebihnya hanya berlalu-lalang.

"MaasyaaAllah.. Omzet saya naik drastis hingga 16 juta rupiah. Tak pernah terbayang akan sampai sebanyak ini," imbuh Yanti.

Kebersihan hati terbukti dapat mendatangkan pertolongan dari Allah SWT. Melalui berbagi kebaikan, banyak orang yang telah menjadi saksi keajaiban itu ada. Karena Allah, Dzat Yang Maha Mulia, tak ada satu hal pun di hamparan alam semesta ini yang luput dari pengawasan-Nya.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni