Testimoni Sedekah

Rinda Noviyanti - Hadiah Allah Untuk Anak Yatim

  5,020


Dari mana kita bermimpi untuk mendapatkan rumah dua lantai, jika tidak mengeluarkan uang sama sekali. Lah, mustahil. Segala sesuatu membutuhkan uang.

Tidak.. Sungguh, tidak mustahil. Apa yang mustahil di mata Allah. Tidak ada suatu apapun yang tidak mungkin bagi-Nya. Karena, Dia Yang Maha Besar.

Ya, itu Allah.. Tapi, bagaimana jika manusia? Tentu saja bisa. Pastinya dengan pertolongan Allah SWT. Bukti nyatanya ada di sekitar kita. Salah satunya adalah Rinda Noviyanti.

Terjun di dunia pendidikan sebagai seorang Dosen, tidak membuatnya lupa akan tabungan akhirat. Malah justru, dengan modal jiwa sosialnya, wanita kelahiran Jakarta 1966 lampau ini menjadi kecanduan dengan hal itu.

Salah satu yang digemarinya adalah mengumpulkan anak yatim. Ia bersama suami, Yudi Wahyudi, tergerak hatinya untuk mengurus anak-anak yatim sejak 2013.

"Awalnya saya dengan suami, sering dengar tausiyah Ustad Yusuf Mansur tentang sedekah. Lama kelamaan ingin juga merasakan keajaiban dari sedekah," tutur Rinda.

Mereka berdua berikhtiar untuk memuliakan anak yatim ini hanya karena Allah ta'ala. Setiap malam Jumat, Rinda kumpulkan anak-anak yatim yang berlumlah sekitar 50-an di rumahnya sendiri untuk mengaji, belajar Alqur'an, menghafal, serta makan bersama.

Seiring berjalannya waktu, ia berfikir, nampaknya rumah yang bertempat di BSD Serpong, Tangerang Selatan ini semakin penuh sesak. Sehingga Rinda dan suami berunding untuk membuat rumah bagi anak-anak yatim ini.

"Kasihan ya, kalau anak-anak harus tinggal bersama orang tuanya masing-masing, sedangkan ekonomi mereka sendiri terbatas," bincangnya bersama suami.

Ia menambahkan, jika rumahnya itu dijual, InsyaAllah uang hasil penjualan lumayan banyak. Cukup untuk membuat asrama bagi anak-anak. Dan benar, plang yang bertuliskan 'Rumah Ini Dijual' pun ia pasang di rumahnya itu.

Sekian lama menunggu pembeli, belum ada yang membuatnya melepas rumah itu. Hingga suatu ketika telepon genggamnya bergetar, dan seseorang berkata, "Ibu Rinda, saya Wahyu, InsyaAllah saya yang akan membangun rumah ibu itu."

Lah.. Bagaimana ceritanya, niat menjual rumah, malah ditawari rumah. Wahyu, orang yang menelponnya tersebut menawarkan diri untuk menjadi donatur utama pembangunan asrama anak yatim dengan tidak membeli rumah Rinda, melainkan dengan cuma-cuma. Rinda pun belum dapat kembali ke alam sadar, ia masih dengan kebingungannya.

"Sudah, itu jalan-Nya Allah. Memang tidak bisa dipikir logika," kata Yudi, menyadarkannya.

Alhamdulillah, memang banyak orang yang memberikan donasi untuk membuat rumah itu. Namun, baru Wahyu inilah yang menawar penuh pembangunan rumah tersebut hingga selesai.

"Kini, rumah saya tetap, tapi rumah baru untuk anak-anak yatim sebentar lagi berdiri," celotehnya.

Akhirnya, pembangunan rumah yang resmi dimulai sejak oktober 2013 ini, InsyaAllah selesai dalam satu bulan kedepan. Berdiri di tanah seluas 200 meter kepunyaannya sendiri.

Sungguh Kuasa Allah, lanjut Rinda, rumah dua lantai yang terhitung megah, namun ia tidak mengeluarkan uang sedikitpun. Bahkan hingga pembelian kran air pun tidak sama sekali.

"Yang sering membuat heran lagi, saya belum pernah bertemu dengan Pak Wahyu, donatur tersebut. Hanya bercakap via phone saja hingga pembangunan hampir selesai ini," imbuh Rinda.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni