Testimoni Sedekah

Dewi Arum Sari - Sedekah Pembangun Usaha

  4,549


"Keluar.. Pengin keluar kerja.. Pokoknya pengin keluar," jerit hati Dewi Arum Sari.

Seseorang yang mencoba membanting stir, siapa yang tak mau mempunyai pekerjaan? Penghasilan? Di saat telah mempunyai pekerjaan sebagai Operator di salah satu pabrik di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Arum, sapaan akrabnya, malah berkeinginan untuk resign.

Usut punya usut, ternyata dirinya lelah dengan kehidupannya menjadi karyawan itu. Bagaimana tidak, bekerja menjadikannya sering menomor duakan ibadah.

"Kurang nyaman bekerja di orang maupun perusahaan. Parahnya, sering melaksanakan sholat di tengah bahkan di akhir waktu, Yaa Allah.. Pengin keluar," tutur dara asal Cirebon, Jawa Barat ini.

Azam untuk mengundurkan diri ini, diiringi dengan keinginannya mendirikan usaha yang dikelolanya sendiri. Akhirnya, keputusan pun diambilnya. Pekerjaan yang telah ia lakoni sejak 2011 itu, dilepasnya juga pada 2014.

Alhamdulillah, terang wanita 23 tahun ini, selama berada di perantauan dirinya kerap mengikuti kajian Ustad Yusuf Mansur di masjid Istiqlal, Jakarta dan berbagai kajian lainnya. Mulai dari seruan-seruan Ustad Yusuf Mansur itu, hatinya tergerak untuk rutin bersedekah. Akhirnya, ia pun sudah bergabung dengan Simpul Sedekah Daarul Qur'an sejak 2013 silam.

"Awalnya, ikut menjadi Simpul Sedekah karena ingin mengajak orang pula untuk bersedekah, khususnya rekan kerja dan rekan kontrakan saya," jelasnya.

Tak ingin nantinya hanya ongkang-ongkang kaki di rumah, Arum membulatkan tekadnya untuk membuka usaha kecil-kecilan.

Alhamdulillah, dirinya sudah menjadi member Paytren dan sudah mulai dapat melakukan transaksi jual beli. Alhasil, itulah jalan pertama yang akan ia pilih, membuka counter serta berjualan pulsa elektrik dan semacamnya.

Akan tetapi, kendala pertama muncul, yakni modal usaha. Dari mana ia dapatkan modal, sedangkan uang tabungannya sudah habis? Namun, Arum pun teringat dirinya telah menjadi anggota Jamsostek, dan sudah dapat mencairkan uangnya selama ini.

"Puji syukur, dari jamsostek saya dapat mencairkan uang sebanyak Rp 5,2 juta. Ingat dengan sedekah, 10% dari hasil pencairan, saya wakafkan untuk pembangunan 100 Pesantren di Indonesia oleh PPPA Daarul Qur'an," jelas Arum.

Akhirnya, tepat sebelum Hari Raya Idul Fitri 1436 H atau 2015 M, ia mudik dan mulai merintis usaha kecil-kecilannya dengan berjualan pulsa. Tekadnya untuk menjadi wirausahawan memang telah menggunung, segera ia dirikan usahanya tersebut.

"Alhamdulillah, walaupun masih dalam tahap awal, usaha ini berjalan dengan baik. Belum sampai sebulan, modal jualan sudah balik. Tapi, Yaa Allah, kalau boleh, saya ingin menambah jualan saya, semacam warung," sepotong doa Arum.

Dengan beryakin diri, dirinya mulai memperluas usahanya dengan berjualan buah, makanan dan minuman ringan. Menggunakan uang, tenaga dan usaha sendiri.

Didalam hatinya terpatri harapan yang mulia, ia ingin menjadi pengusaha dan membukakan usaha pula untuk saudara-saudarinya, serta, memberantas pengangguran di desa. Tak hanya itu, Arum pun berharap suatu saat nanti ia dapat membangun Rumah Tahfizh, membahagiakan dan memberangkatkan orang tua Haji, hingga melanjutkan hafalan Alqur'annya yang sempat tertunda.

Sejak resign hingga kini, Arum tetap menegakkan ibadahnya. Dengan mengutamakan yang wajib, mendirikan hal-hal sunnah, seperti sholat Dhuha, Tahajjud, Rawatib, Dzikir, serta tak tertinggal sedekah.

Arum berkata, "sedekah itu luar biasa, pokoknya rugi kalau tidak sedekah, karena matematika sedekah itu luar biasa. Ini buktinya, warung yang Allah berikan dari hasil bersedekah."




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni