Testimoni Sedekah

Sutini - Sedekah Mengubah Hidupku

  4,568


"Saat itu, saya bisa dibilang sangat pelit," ungkap seorang wanita pemilik nama Sutini.

Kata-kata itu, terlontar dari bibirnya saat mengenang seperti apa ia yang dahulu. Ia mengingat, tepat 10 tahun lalu ia menemukan dirinya yang saat ini. Memperbaiki yang tertinggal dan meluruskan niat yang sebelumnya menyimpang.

Dimulai, dengan riyadhoh yang dianjurkan ustad Yusuf Mansur. Wanita 45 tahun ini perlahan menemukan hidayah kehidupan sesungguhnya. Ia mengungkapkan, saat jauh dengan Allah, ia merasakan kesusahan yang tak sekedar materi saja, tetapi hati dan jiwa pun merasa lelah.

Alhamdulillah, sejak mengambil jalan-Nya, tak hanya riyadhoh, sedekah pun ia tegakkan. Berapa pun yang diperolehnya, tak terlupakan untuk menyedekahkannya. Bahkan, meskipun ia tengah terhimpit hutang renovasi rumah.

Wanita yang saat ini berkerja sebagai buruh pabrik itu bercerita," suatu ketika saya menangis, karena ingin sekali datang ke Masjid An-Nida. Ust YM rutin mengisi kajian di sana. Tapi, saya tidak memiliki motor untuk ke sana. Sehingga, kesulitan menuju ke sana."

Alhamdulillah, Allah dengan cara-Nya yang lembut memberikan hidayah dan kemudahan untuknya. Perlahan, namun pasti keadaan ekonomi yang sangat membebani mulai membaik. Tidak hanya hutang rumah yang besar mencapai Rp 100 juta teratasi, tetapi sepeda motor yang sangat diinginkannya pun telah tersedia 2 buah di rumahnya.

Ia mengatakan, satu hal yang dipelajarinya dari sedekah. Sedekah itu tidak hanya dalam bentuk materi semata. Banyak cara dapat dilakukan untuk bersedekah, bahkan meskipun kita tengah di titik terendah sekalipun. Sebut saja, Shalat Dhuha, meskipun hanya 2 rakaat. InsyaAllah, berlimpah keberkahan yang tak pernah diduga.

"Tak hanya hati dan keberkahan materi. Subhanallah, tanpa saya duga, saya bisa umrah. Padahal, memikirkan biayanya saja sudah cukup berat," terangnya dengan antusias. Luar biasa lagi, tak hanya sekali bisa melaksanakan umrah.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni