Testimoni Sedekah

R. Hariadi Agung Nugroho Adi - Karena Sedekah Motorpun Nyemplung Ke Kali

  4,217


 

Setiap orang memiliki hobi uniknya masing-masing. Dan, setiap pemilik hobi, memiliki cerita maupun hikmah akibat dari hobinya tersebut. Seperti halnya hobi yang dimiliki R. Hariadi Agung Nugroho Adi ini.

Hobi isengnya membuat nasi bungkus setiap jumat dan dibagikan ke para jamaah shalat jumat, membawa kisah tersendiri untuk bapak tiga anak ini. Kebiasaan ini telah ia jalani sejak tiga tahun silam.

Hobi “aneh” nya ini, memberikan inspirasi tersendiri baginya, agar menjadikan kebiasaan rutin setiap Jumat. Awal 2014 lalu, akhirnya ia membulatkan tekad untuk menjadikan hobi sedekah jumaatannya sebagai agenda tetap.

Lotte Mart, tempat yang ia tuju untuk membeli majic jar besar, guna mendukung agenda sedekahnya, ternyata sedang diadakan hadiah ulang tahun yang hadiah utamanya Nozomi Motor Usaha beroda tiga. Tak lupa shalawat ia ucapkan ketika mengambil undian tersebut.

Rasa syukur ia panjatkan atas qada-Nya, lantaran beberapa bulan kemudan, qadrallah, Allah berkehendak motor tersebut jatuh ke tangan pria berusia 47 tahun ini. Sontak, ia terkejut ternyata, namanya dipanggil sebagai pemenang utama.

Satu tahun lamanya, si merah hanya menjadi pajangan di rumah. Melihat hadiah utama tersebut hanya menjadi pajangan, putra sulungnya Faisal Aulia (19) menyarankan sang ayah agar menyedekahkan motor tersebut.

Menyetujui saran putranya, seminggu setelah pembicaraan perihal menyedekahkan si merah, Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an pun menjadi tujuan.

Byurrr......!!! kejadian setahun silam tidak akan terlupakan, saat ayah terjun bebas bersama si merah beroda tiganya. Bukan lantaran licin akibat hujan, atau tertabrak kendaraan lain, penyebab tragedi ini. Tapi, lantaran belum mahir mengendari sepeda motor beroda tiga, yang mengakibtkan kurang stabil pengendara mengendarai kendaraannya.

Janji menemui ustad Jameel pun harus tertunda. Rasa perih di sekujur tubuh tak tertahankan. “ya Rabb, ingin bersedekah saja, harus dicuci dulu dengan air comberan, apakah mungkin masih ada niat yang tidak lurusnya?”, gumamnya dalam hati, ketika membersihkan diri dari kotor dan baunya air kali di Jalan Sifon, bilanganTanggerang yang saat itu belum dicor.

Motor merah beroda tiga itu sudah berdiri lagi di pinggir jalan, saat Hariadi, sapaan akrabnya, selesai membersihkan diri di rumah warga sekitar tkp. Tak lupa terima kasih ia ucapkan kepada warga sekitar, yang telah beramai-ramai mengangkat motor yang akan dibawa untuk disedekahkan tersebut.

Setelah memandikan si merah, sesuai janji, ia pun membawa motor tersebut untuk disedekahkan. Namun sayang, saat itu ustad Jameel sedang tidak ditempat.

“akhirnya kunci dan perlengkapan motor saya ttitpkan ke security,” kenangnya.
“Ji, kenape tu motor bisa ampe nyemplung kali ?” tanya ustad Yusuf Mansur, ketika keesokan harinya, saat mengurus surat penyerahan di Ponpes Tahfidz Daarul Qur'an.

Menanggapi pertanyaan tersebut, hanya cengiran yang ia berikan sebagai jawaban.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni