Testimoni Sedekah

Hj. Lenggogeni - Inspirasi Sedekah dari Sang Ayah

  3,824


Namanya Hj. Lenggogeni, usianya terbilang tak lagi muda. Namun siapa yang menyangka, banyak inspirasi yang bisa diceritakan dari kisah hidupnya selama ini, termasuk inspirasi dalam bersedekah.

Bunda, begitu sapaannya, lahir di Padang, 57 tahun yang lalu dan memiliki tujuh saudara kandung. Ayahnya adalah sosok yang menjadi inspirasi serta motivasi hidupnya selama ini.

Maka tak heran, jika ia begitu menjadikan ayahnya sebagai teladan. Salah satunya, kebaikan sang ayah yang hampir tak pernah melewatkan hari tanpa bersedekah.

"Ayah wafat saat usianya masih terbilang muda, yakni 41 tahun. Lantas kami berdelapan menjadi yatim. Namun Alhamdulillah, sepeninggalannya, Allah selalu memudahkan kehidupan kami sekeluarga," ungkap Bunda.

Hingga akhirnya menikah dan dikaruniai seorang putra, kebiasaan ayahnya itu, tetap ia lanjutkan. Terlebih, saat seorang kawan merekomendasikan untuk bersedekah di PPPA Daarul Qur'an.

Bunda pun memahami lembaga tersebut merupakan program pembibitan penghafal Alqur'an. Selain itu, beberapa program pun turut menarik minatnya untuk bersedekah seperti, Senyum Mustahik, Mobile Quran, Simpatik Guru, Santri Sigab Bencana, dan masih banyak lagi.

"Alhamdulillah sekarang saya sudah tergabung dalam simpul sedekah. Saya yakin dan percaya PPPA Daarul Qur'an bisa amanah," tuturnya.

Baginya, bergabung dalam komunitas simpul sedekah sangat menyenangkan. Berkumpul dengan orang-orang satu visi, yang dengan kegigihannya, mengumpulkan dan menampung sedekah dari para donatur untuk disetorkan ke Daarul Qur'an.

"Selain itu, bisa menjadi agen marketing kebaikan. Karena, mengajak banyak orang bersedekah, sekaligus dapat menerangkan program PPPA Daarul Quran," ucapnya.

Ia menambahkan, satu kalimat sebagai pamungkas dari penjelasannya tentang dahsyatnya berbagi. "Sedekah itu tidak sulit dan tidak akan menyulitkan hidup," tutupnya.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni