Testimoni Sedekah

Hasmiyati - Badai Pasti Berlalu

  3,665


Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba badai. Ibaratnya demikian tatkala Hasmiyati mendadak harus mengakhiri perkawinannya yang sudah berumur 20 tahun dengan karunia tiga anak. Ternyata oh ternyata, tanpa sepengetahuannya, beberapa tahun terakhir ini sang suami sudah memiliki keluarga lain.

Tak sampai di situ, bisnis yang dijalaninya pun gulung tikar karena utang-utang yang ditinggalkan suaminya. Kemudian, berlanjut dengan berpulangnya ibunda tercinta karena sakit yang dideritanya.

Lengkaplah sudah ujian itu. Tawa dan canda, kini berubah menjadi tangis dan duka. Harta yang tadinya cukup berlimpah, kini tinggal utang-utang adanya. Yang tersisa hanya sebuah ruko sederhana yang menjadi tempat berlindung Hasmiyati beserta ketiga anaknya.

"Jatuh terpuruk, itulah yang saya rasakan dari 2010 hingga 2012. Ini ujian terberat selama hidup saya," tutur pelan wanita 46 tahun itu.

Warga Jambi itu mengungkapkan, saat ia terkulai di lembah duka, rasanya tak tahu kepada siapa lagi harus meminta bantuan. Hingga salah satu temannya mengingatkan untuk kembali kepada Allah. Karena hanya Allah yang mampu membantunya.

Kawan yang baik itu lalu merekomendasikan agar Hasmiyati menyimak taushiyah Ustadz Yusuf Mansur.
Hasmiyati menurut. Ia coba mendengarkan taushiyah Ustadz Yusuf Mansur melalui Youtube. Menyimak tema ‘’10 Dosa Besar’’, ia merasa seperti sedang becermin. Hampir semuanya mungkin sudah dilakukannya.

Perempuan asal Wajo, Sulawesi Selatan, itu lalu bertaubat dan mulai menjalani riyadhoh. Perlahan ia kembali menegakkan Islam dalam kehidupannya.

Sholat dan mengaji ia tunaikan, Dhuha dan Tahajud pun tak tertinggal, shaum Senin-Kamis pun ia dawamkan.
‘’Alhamdulillah,’’ katanya, ‘’setelah secara rutin dan bertahap menjalankan ibadah itu, hati saya lebih tenang menghadapi ujian. Termasuk menghadapi utang ratusan juta yang masih harus ditanggung.’’

"Saya terus berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosa saya selama ini dan meminta bantuan kepada Allah, agar dibukakan jalan untuk membayar utang-utang itu," ujarnya.

Untuk menghidupi diri dan ketiga orang anaknya, Hasmiyati meminjam modal buat usaha. Ia membuka tempat fotocopy dan berjualan pulsa.

Sesuai dakwah Ustadz Yusuf, Hasmiyati juga mulai membiasakan bersedekah. Diiringi doa agar terbebas dari utang-utangnya. Ia selalu menyisihkan sebagian rejekinya untuk sedekah. Termasuk ketika harus menjual motor untuk biaya sekolah putranya, hasilnya dia sedekahkan sebagian.

Hasmiyati ber-azzam, jika ruko yang ditempatinya terjual dengan harga tinggi, ia akan melunasi semua utangnya dan bersedekah Rp 100 juta untuk program Daarul Qur’an. Tekad ini ia selalu ia panjatkan dalam setiap doanya.

Dua tahun berlalu dalam kesabaran riyadhoh Hasmiyati, datanglah pertolongan Allah SWT yang dirinduinya. Pada 2013, kantor pegadaian menawar ruko miliknya yang memang letaknya strategis itu, seharga Rp 1,4 Milyar. Deal.

Hasil penjualan Hasmiyati gunakan untuk melunasi seluruh utangnya. Kemudian bersedekah Rp 100 juta untuk program Daarul Qur’an. Tak lupa Hasmiyati membeli rumah yang layak untuk ia dan keluarga. Uang tersisa untuk biaya pendidikan anak-anak dan membeli ruko yang lebih murah namun bagus untuk usaha.

Kini, badai telah berlalu dari kehidupan Hasmiyati, meskipun cobaan hidup tak pernah berhenti menemani semua orang.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni